Sehabis baca buku ini, aku mengenal diriku lebih dalam. Aku yang mudah sakit hati dan tertekan. Aku yang selalu teringat kata-kata negatif dan menyimpan dengan apik rekaman buruk. Aku yang selalu menunda-nunda pekerjaan, karena ingin hasil yang sempurna. Aku yang kesal melihat barang tidak pada tempatnya. Ya, itu karena aku Melankolis.
Aku pikir ini buruk, karena Melankolis rentan depresi, berwajah muram, dan pesimis. Setelah membaca lebih banyak lagi, aku paham. Dunia tanpa orang Melankolis, tidak akan ada puisi, seni rupa, kesusastraan, falsafah, atau simfoni. Dunia akan kehilangan budaya, peradaban, cita rasa, dan bakat yang terpendam di dalam sifat-sifat kita. Dunia akan memiliki lebih sedikit insinyur, pencipta, ilmuwan, lalu pembukuan kita hilang dan kolom-kolom menjadi tidak seimbang. Ya, orang Melankolis adalah jiwa, pikiran, semangat, dan jantung kemanusiaan. Aristoteles mengatakan, "Semua orang Jenius punya watak Melankolis."
Jumat, 09 Desember 2016
Sabtu, 03 Desember 2016
Cara Membuat Ending Cerita yang Sulit Ditebak
Ini sebenarnya tugasku sebagai ghostwriter pemula, aku harus membuat ending cerita yang sulit ditebak. Aku mendapat beberapa referensi bacaan dari klien, tapi dalam deadline yang sempit dan kecepatan membacaku yang tergolong 'siput'. Akhirnya aku hanya mengingat novel-novel yang pernah kubaca sebelumnya. Ada 4 cara membuat ending cerita yang sulit ditebak. Cara ini berdasarkan kacamataku sebagai pembaca dan kebetulan keempat penulis ini adalah penulis yang menginspirasiku. Jadi langsung saja ke cara-cara ajaib menuliskan ending:
1. Novel Dee Lestari (Serial Supenova): memiliki pertanyaan, "Apa Supernova?" Di setiap ending-nya Dee memberi teka-teki sehingga pembaca tidak pernah mendapatkan jawaban. Justru menimbulkan banyak pertanyaan baru. Itu lah sebabnya membaca novel Supernova seperti tidak pernah merasa puas, tapi membuat pembaca merasa haus akan informasi yang lebih banyak lagi.
1. Novel Dee Lestari (Serial Supenova): memiliki pertanyaan, "Apa Supernova?" Di setiap ending-nya Dee memberi teka-teki sehingga pembaca tidak pernah mendapatkan jawaban. Justru menimbulkan banyak pertanyaan baru. Itu lah sebabnya membaca novel Supernova seperti tidak pernah merasa puas, tapi membuat pembaca merasa haus akan informasi yang lebih banyak lagi.
Selasa, 28 Juni 2016
Satu Sepatu Kaca
Aku
kembali ke tempat itu, menemukan sepasang pinus. Di sela-selanya muncul seulas senyum
yang menarikku masuk. Ranting-ranting pinus tiba-tiba bergerak membuka jalan,
seperti tangan yang menyambutku. Perlahan aku melangkah menembus kegelapan, aku
tak dapat melihat dengan jelas
tapi aku merasa si pemilik senyum itu semakin dekat denganku. Si pemilik senyum
itu... aku yakin dia Ari!
Sepertinya dia masih
melangkah. Aku
dapat melihat bayangannya, tapi dia melangkah mundur! Jangan! Jangan pergi
lagi! Aku mohon kembalilah, Ri... Aku hendak mengejarnya, tapi ranting-ranting pinus yang kasar
mencengkramku. Dan
sayup-sayup aku mendengarnya berkata, “cintailah apa yang ada di
hadapanmu,
bukan di belakangmu.”
Aku
terbangun dan
menyadari semua itu hanya mimpi. Ini bukan pertama kalinya aku
memimpikan Ari. Dan bukan pertama kalinya aku tidak dapat
melihatnya dengan jelas.
Selama sembilan tahun aku kehilangannya, aku selalu kesulitan mengingat
wajahnya. Tapi aku juga selalu kesulitan menyingkirkannya dari hatiku. Semua
tentangnya tak pernah aku mengerti. Aku hanya merasa bahwa dia satu-satunya
orang yang aku cintai.
Senin, 27 Juni 2016
Si Tali Sepatu Pink
“Hahahaha ngaret lagi!” ledek Refan yang ikut
berlari di belakangku.
“Lo
sendiri?!” balasku kesal. Ini bukan kali pertamanya kita terlambat bareng.
Setelah ini, kita pasti diledekin dan dengan gampangnya dia bilang kalau dia
telat gara-gara ngejemput aku. PADAHAL aku telat karena naik angkot yang jalannya
kayak siput!
“Ran,
bentar deh…” katanya yang tiba-tiba berhenti berlari.
“Hah?”
Aku berbalik dan melihat Refan lagi berdiri di depan seorang nenek lampir
dengan kening berkerut dan membawa gunting di tangan kirinya! Aku menelan ludah
yang rasanya menggumpal sebesar kelereng. Sekali lihat matanya, kamu bisa
mendadak beku, bisu, bahkan bisul!
Rabu, 25 Mei 2016
Kalkulasikan Hujan
Langit kala itu biru terbentang tak berujung tanpa sebutir pun awan, angin berbisik padaku dan berkata, “Langit sedang sibuk mengumpulkan uap air, tak lama lagi akan terbentuk gumpalan awan yang tebal.”
Aku mengangguk paham. Aku berterimakasih pada langit karena melakukan proses evaporasi, kondensasi, hingga koalensi dengan begitu cermat. Itu bukanlah pekerjaan mudah.
Aku sudah bisa merasakan perubahan suhu akibat kondensasi. Sudut mulutku terangkat ketika mengamati awan yang bergejolak dipadati butiran air hingga beberapa bagiannya menghitam, kemudian melebar, dan semakin membesar saat terjadi turbulensi udara.
Tak lama lagi butir-butir air akan tertarik oleh gaya gravitasi bumi.
Aku mengangguk paham. Aku berterimakasih pada langit karena melakukan proses evaporasi, kondensasi, hingga koalensi dengan begitu cermat. Itu bukanlah pekerjaan mudah.
Aku sudah bisa merasakan perubahan suhu akibat kondensasi. Sudut mulutku terangkat ketika mengamati awan yang bergejolak dipadati butiran air hingga beberapa bagiannya menghitam, kemudian melebar, dan semakin membesar saat terjadi turbulensi udara.
Tak lama lagi butir-butir air akan tertarik oleh gaya gravitasi bumi.
Jumat, 20 Mei 2016
Sorotan Lampu Utama
Setiap orang bisa memilih panggung dan peranannya, namun aku atau pun kalian tak bisa selamanya menjadi peran utama. Maka, jangan sombong jadi manusia. Aku dan kalian pun tak akan selamanya menjadi pusat perhatian. Panggung ini hanya sementara, peranan yang kita mainnkan tak lebih dari skenario, bersikap sewajarnya dan abaikan sorotan lampu utama. Sorotannya membuat kita lupa dengan siapa kita berhadapan. Sorotoannya pun membuat kita buta pada siapa-siapa saja yang menonton dan bersorak membesarkan nama kita. Jadi jika lampu utama itu tak pernah ada, kau akan berada dalam terang seperti hal nya berdiri di bawah terik matahari, atau kau akan terjaga dalam malam tanpa setitikpun cahaya bintang dan bulan.
Semua pilihan ada di tanganmu.
Remah Roti
Bicara tentang remah roti, ini berarti bicara tentang masa lalu dan petunjuk.
Kau tebarkan remah roti di sepanjang jalan, seperti saat kau menuliskan cerita sehari-hari di dalam buku harian. Apa kau akan menemukan jalan kembali pulang ke masa lalu atau kau memutuskan berkeliling sampai rotimu habis lalu menetap di masa depan?
Selasa, 17 Mei 2016
Petani yang Menuai Benih
Di masa depan, ketika tak ada lagi tanah untuk menumbuhkan tanaman. Seorang pemuda bercita-cita menjadi petani. Cita-cita mulia itu terdengar sampai ke pelosok negeri dan menggugah hati seorang dermawan yang kaya. Dia lalu menawarkan sehektar tanah di pekarangan rumahnya.
“Kau punya tanah luas, tapi di sini tak ada satu pun tanaman?” tanya pemuda itu ketika menjejakan kaki di tanah yang kering dan berbatu. Dia melihat sekelilingnya, hanya ada gedung tinggi yang berlomba mencakar langit. Rumah pria dermawan itu berbeda dengan rumah lainnya, bergaya kuno dan bertingkat dua. Sedangkan rumah lainnya tinggi berdesain futuristik.
“Kau tahu sendiri kan, Dunia sudah berubah. Aku sangat ingin makan sayuran dan buah-buahan yang segar. Aku tak suka makan pil,” katanya.
“Kau punya tanah luas, tapi di sini tak ada satu pun tanaman?” tanya pemuda itu ketika menjejakan kaki di tanah yang kering dan berbatu. Dia melihat sekelilingnya, hanya ada gedung tinggi yang berlomba mencakar langit. Rumah pria dermawan itu berbeda dengan rumah lainnya, bergaya kuno dan bertingkat dua. Sedangkan rumah lainnya tinggi berdesain futuristik.
“Kau tahu sendiri kan, Dunia sudah berubah. Aku sangat ingin makan sayuran dan buah-buahan yang segar. Aku tak suka makan pil,” katanya.
Jumat, 13 Mei 2016
Miris dengan Pemberitaan tentang Anak
“Negara ini benar-benar darurat perlindungan anak dan perempuan."- Bang Anda
Satu kata untuk kejadian yang menimpa anak-anak saat ini yaitu “MIRIS”. Aku nggak bisa bayangin kalau itu menimpa anak-anak yang aku temuin di sini. Anak-anak yang polos dan lugu. Nakal mereka pun sewajarnya. Memang ada yang berniat mengambil pensil atau meminjam uang dan tidak dikembalikan. Tapi itu masih bisa diarahkan, agar tidak berlanjut dan menjadi perbuatan yang melanggar hukum.
Lalu apa yang terjadi di luar sana? Perbuatan yang jelas-jelas melanggar hukum dan itu bukan sifat alami ‘anak-anak’. Aku dengar berita tentang Yuyun dan aku nangis. Lalu ada lagi berita anak SMP usia 13 tahun yang dijadikan budak seks oleh teman-temannya yang berusia belasan tahun. Temanku juga bilang kalau di daerah-daerah banyak kejadian serupa yang luput dari media. Teman yang lain bilang kalau negara ini darurat perlindungan anak-anak dan perempuan. Aku setuju dengannya, tapi bagaimana melindunginya kalau mereka sendiri sebagai pelaku?
Kamis, 21 April 2016
Family Over Normal
Seandainya bertemu kalian lima tahun yang lalu, aku tak akan melakukan banyak hal bodoh. Di depan kalian aku mengatakan apa yang tidak aku katakan pada orang lain, tentang keburukanku, lukaku, masa laluku, brengseknya aku, bahkan rasanya tandukku tak perlu lagi disembunyikan.
Kadang kalian membahas orang lain yang membuat kalian kesal dan marah, lalu aku datang mengatakan, "Aku juga kayak gitu loh!" Aku berharap kalian juga membenciku. Tapi sebaliknya, kata-kata manis yang kalian ucapkan. Hingga muncul lah Ratu Sarvara yang melontarkan kata-kata pedas, seperti cambukan tapi itu yang aku perlukan. Itu yang membuatku sadar.
Kalian luar biasa! Keluarga yang ajaib karena tak perlu sedarah, bahkan bertemu pun belum. Lalu kenapa aku merasa nyaman, terbuka dengan kalian? Karena kalian tidak berpura-pura baik dan juga menjadi diri kalian sendiri. Kalian tahu, aku sudah lelah berpura-pura baik. Apa yang aku katakan pada kalian, memang benar seperti itu. Aku banyak bercermin dan mulai menata diri menjadi baik.
Kadang kalian membahas orang lain yang membuat kalian kesal dan marah, lalu aku datang mengatakan, "Aku juga kayak gitu loh!" Aku berharap kalian juga membenciku. Tapi sebaliknya, kata-kata manis yang kalian ucapkan. Hingga muncul lah Ratu Sarvara yang melontarkan kata-kata pedas, seperti cambukan tapi itu yang aku perlukan. Itu yang membuatku sadar.
Kalian luar biasa! Keluarga yang ajaib karena tak perlu sedarah, bahkan bertemu pun belum. Lalu kenapa aku merasa nyaman, terbuka dengan kalian? Karena kalian tidak berpura-pura baik dan juga menjadi diri kalian sendiri. Kalian tahu, aku sudah lelah berpura-pura baik. Apa yang aku katakan pada kalian, memang benar seperti itu. Aku banyak bercermin dan mulai menata diri menjadi baik.
Selasa, 19 April 2016
Berfokus pada Impian
Benar kata Ka Ikavuje, aku tak boleh menggantungkan kebahagianku pada orang lain. Kalau orang itu pergi meninggalkanku? maka aku akan bersedih lalu bunuh diri? TIDAK! Kebahagiaan ada di tanganku dan Tuhan membantuku mewujudkannya! Aku punya Tuhan yang Maha Berkehendak! Aku tidak takut kebahagiaanku hilang jika aku berada di dekat-Nya. Aku akan menggenggam bahagiaku dengan erat.
Lalu bagaimana jika keadaan menjatuhkanku? Ingat kata MasWid, jangan menyerah pada keadaan. Ingat bagaimana aku ingin menyerah saat di Gunung Sindoro, tapi aku kembali bertekad dan terus berjalan. Ya, apa pun yang terjadi jangan berhenti melangkah. Jatuh. Bangun lagi. Tegakkan badan. Berjalanlah. Berfokus pada impian. Wujudkan impian dan jangan pernah menyerah pada keadaan.
Aku mungkin iri, melihat teman-temanku sudah berkeluarga, pelesiran ke luar negeri, atau kerja di perusahaan besar. Hei! Ingat lagi impianku! Membangun ruko LLOVER, menjadi seorang penulis novel, mendaki Gunung Jayawijaya, dan tentunya berkeluarga. Tuhan ternyata sedang memberiku waktu untuk mewujudkan impianku yang lain. Jangan habiskan waktu untuk iri pada orang lain!
Lalu bagaimana jika keadaan menjatuhkanku? Ingat kata MasWid, jangan menyerah pada keadaan. Ingat bagaimana aku ingin menyerah saat di Gunung Sindoro, tapi aku kembali bertekad dan terus berjalan. Ya, apa pun yang terjadi jangan berhenti melangkah. Jatuh. Bangun lagi. Tegakkan badan. Berjalanlah. Berfokus pada impian. Wujudkan impian dan jangan pernah menyerah pada keadaan.
Aku mungkin iri, melihat teman-temanku sudah berkeluarga, pelesiran ke luar negeri, atau kerja di perusahaan besar. Hei! Ingat lagi impianku! Membangun ruko LLOVER, menjadi seorang penulis novel, mendaki Gunung Jayawijaya, dan tentunya berkeluarga. Tuhan ternyata sedang memberiku waktu untuk mewujudkan impianku yang lain. Jangan habiskan waktu untuk iri pada orang lain!
Kamis, 14 April 2016
Cita-cita Athar
Sore itu selesai les Matematika, aku melihat sisa uang di sakuku. Aku menghela nafas, bersyukur masih bisa membeli sebotol air mineral. Saat akan berjalan ke kantin sekolah, ada dua orang pria bertubuh besar, berkulit gelap, dan menggunakan kaos hitam ketat. Mereka melewatiku. Aku mencoba mengabaikannya meskipun ada rasa penasaran, untuk apa mereka di sekolah sore-sore begini?
"Bu, beli air mineral satu," kataku pada Ibu kantin yang sedang berkemas.
"Eh, Athar baru selesai les? Ibu baru mau pulang," katanya ramah.
Aku mengiyakan lalu mengambil sebotol air mineral dari atas etalase dan menyerahkan uang pada Ibu kantin. Aku tiba-tiba teringat dua pria itu, jadi aku memutuskan mencari tahu apa yang mereka lakukan di sekolah. Semoga saja mereka bukan orang jahat, pikirku sambil membenarkan letak kacamata.
Mulai terdengar suara ribut seperti orang bertengkar dan tangisan. Jantungku berdetak kencang. Kakiku melangkah mundur. Kalau mereka orang jahat, aku tak mungkin melawannya. Semua guru juga sudah pulang. Kalau pun ada penjaga sekolah, dia sudah terlalu renta, dan tubuhnya sangat kurus. Kami berdua harus melawan dua pria berotot kekar, tinggi, dan besar? Itu tidak mungkin!
"Bu, beli air mineral satu," kataku pada Ibu kantin yang sedang berkemas.
"Eh, Athar baru selesai les? Ibu baru mau pulang," katanya ramah.
Aku mengiyakan lalu mengambil sebotol air mineral dari atas etalase dan menyerahkan uang pada Ibu kantin. Aku tiba-tiba teringat dua pria itu, jadi aku memutuskan mencari tahu apa yang mereka lakukan di sekolah. Semoga saja mereka bukan orang jahat, pikirku sambil membenarkan letak kacamata.
Mulai terdengar suara ribut seperti orang bertengkar dan tangisan. Jantungku berdetak kencang. Kakiku melangkah mundur. Kalau mereka orang jahat, aku tak mungkin melawannya. Semua guru juga sudah pulang. Kalau pun ada penjaga sekolah, dia sudah terlalu renta, dan tubuhnya sangat kurus. Kami berdua harus melawan dua pria berotot kekar, tinggi, dan besar? Itu tidak mungkin!
Rabu, 06 April 2016
Kelahiran Malaikat tak Bersayap
Tasikmalaya, 7 April 1969
Dia lahir dengan rupa indah bak malaikat. Semesta menyambut kelahirannya. Orangtuanya dengan hati-hati menjaga agar dia tak terluka, sampai dia tumbuh besar menjadi malaikat tak bersayap yang bercahaya. Pria layaknya laron yang datang menyergap. Namun dia dengan hati-hati menjaga perasaan mereka. Dia tak ingin melukai dan dilukai, hatinya baik dan putih.
Bukan kah Tuhan berkata akan menyatukan wanita baik dengan pria baik? Kini aku pertanyakan keadilan Tuhan. Kenapa Tuhan mendekatkannya dengan pria pengkhianat yang berkali-kali melukai hatinya yang putih? Bertahun-tahun orangtuanya menjaga agar dia tidak terluka, lalu pria itu datang dengan angkuhnya, dia bahkan tak merasa bersalah telah melukai.
Dia lahir dengan rupa indah bak malaikat. Semesta menyambut kelahirannya. Orangtuanya dengan hati-hati menjaga agar dia tak terluka, sampai dia tumbuh besar menjadi malaikat tak bersayap yang bercahaya. Pria layaknya laron yang datang menyergap. Namun dia dengan hati-hati menjaga perasaan mereka. Dia tak ingin melukai dan dilukai, hatinya baik dan putih.
Bukan kah Tuhan berkata akan menyatukan wanita baik dengan pria baik? Kini aku pertanyakan keadilan Tuhan. Kenapa Tuhan mendekatkannya dengan pria pengkhianat yang berkali-kali melukai hatinya yang putih? Bertahun-tahun orangtuanya menjaga agar dia tidak terluka, lalu pria itu datang dengan angkuhnya, dia bahkan tak merasa bersalah telah melukai.
Selasa, 05 April 2016
Kamu yang Telah Pamit
Surat untukmu yang telah pamit.
Aku tidak ingat kapan lagu ini ada di playlist-ku. Mungkin teman di grup WhatsApp yang mengirimnya. Saat pertamakali mendengarnya, aku langsung teringat kamu. Aku menangis, untungnya sebelum hujan turun. Karena aku masih memegang janjiku pada langit, aku tak akan menangis saat hujan turun.
Kamu yang telah pamit. Aku sudah berusaha melupakan dan membencimu. Rasanya tidak mudah. Aku selalu merasa seakan-akan mendengar suara kamu. Ingat betapa konyolnya kamu saat kecil dulu. Ingat semua pesan sepele yang kamu katakan sebelum aku tidur. Aku masih ingat semuanya.
Minggu, 27 Maret 2016
Sahabat Sejati
Sahabat sejatiku, hilangkah dari ingatanmu. Di hari kita saling berbagi
Dengan kotak sejuta mimpi, aku datang menghampirimu
Kuperlihatkan semua hartaku
Aku teringat semuanya, pertemuan yang tidak disangka menjadikan kita sahabat. Saat itu aku ikut eksul Pencinta Alam. Aku ketemu Edwina Rizvania Ishak dan Melati Puspita Lestari. Entah dari mana awalnya sampai kita pulang bareng. Ada dua orang lagi dari kelas sebelah, Yunda Prameidita dan Aini Akhsyaini, juga ikut pulang bareng karena kita sama-sama tinggal di Cimahi.
Aku dulu lebih banyak diam dan aku lebih senang mendengar kalian bercerita. Rasanya setiap hari selalu saja ada yang seru untuk dibahas. Kadang aku duduk menunduk sambil membaca novel atau komik, tapi bukan berarti aku mengabaikan kalian. Di lain waktu, aku juga bisa heboh sendiri.
Minggu, 13 Maret 2016
Kastil Praveena
Minggu, 06 Maret 2016
40 Kastil Terindah dan Terseram di Dunia
Berhubung aku akan menulis cerita bergenre fantasi, aku mengumpulkan data-data dan informasi mengenai kastil. Kenapa kastil? karena kastil identik dengan sejarah, misteri, klasik, termasuk kehidupan makhluk tak kasat mata di dalamnya. Jadi apa saja kastil terindah dan terseram di dunia?
Sabtu, 05 Maret 2016
Ranking 44
Banyak novel yang menceritakan kisah cinta remaja SMA. Namun sedikit yang menengok prestasi remaja di sekolah. Kisah cinta tersebut hanya akan diikuti kisah persahabatan dan keluarga. Mengangkat tema persahabatan dan keluarga tentu menarik perhatian pembaca. Namun akan lebih baik jika terselip motivasi di dalamnya yang membuat pembaca memikirkan kembali pentingnya prestasi dibandingkan reputasi atau harga diri. Itu lah yang akan diangkat dalam novel “Ranking 44” selain lika-liku kisah cinta dan persahabatan Rania, hadirnya tokoh Refan akan memotivasi Rania untuk menemukan kembali ‘dirinya’ yang dulu pintar dan selalu mendapatkan rangking 3 besar. Jadi apa yang membuat rangking Rania merosot ke 44? Ikuti ceritanya di Wattpad.
Selasa, 01 Maret 2016
Jagoan Bunda
Bunda, sejak aku di perut aku ingin sekali bercerita pada Bunda. Aku bahagia tinggal di perut bunda karena setiap hari detak jantungku diiringi doa. Apa bunda tahu, aku selalu tersenyum saat bunda menonton TV sambil mengelus perut. Bunda selalu bilang, "De, nanti kamu setampan Al ya nak." Atau "De, bunda seneng lihat Aliando." Lalu tak lama kemudian, "Josh AFI ganteng ya, De. Bunda suka!"
Bunda tahu, segala keinginan Bunda sudah aku sampaikan pada Tuhan. Doa-doa Bunda juga didengar Tuhan. Jadi tak perlu khawatir tentang aku ya, Bun. Aku akan jadi jagoanmu!
Bunda tahu, segala keinginan Bunda sudah aku sampaikan pada Tuhan. Doa-doa Bunda juga didengar Tuhan. Jadi tak perlu khawatir tentang aku ya, Bun. Aku akan jadi jagoanmu!
Senin, 29 Februari 2016
Bahagialah Mah
Jujur di surat terakhir ini aku tidak bisa banyak bicara.
Ada rasa cinta yang memang tidak bisa dirangkai dalam kata.
Cintaku pada Mamah tak terwakili oleh kata apa pun.
Bahkan kata 'cinta' pun rasanya belum mewakili perasaanku.
Minggu, 28 Februari 2016
Mendung, Pelangi, dan Mentari
Memandangimu yang tak bergeming. Membuat hatiku bergetar sendu.
Dawai hatimu tak lagi merdu. Tuk suarakan yang telah terjadi.Dan langitpun sama sama. Mendukung perih yang ada.Hingga mungkin aku tak berarti. Meski temanimu setiap hari.Bagaimana mungkin kamu tak akan segera menangis.
Sepertimulah langit kini. Tertunduk pilu dalam mendung.
Mendung - The Vuje
Sabtu, 27 Februari 2016
Harta yang Tak Ternilai
Aku tidak bisa menunjuk satu-satu sahabatku. Sejak aku tinggal di Bandung, Solo, sampai sekarang di Pangkalpinang, aku memiliki banyak sahabat. Kalian harta yang tak ternilai, bukan tak bernilai.
Kalian sangat berharga untukku dan tidak bisa dinilai dengan nominal mata uang. Aku tidak bisa membeli persahabatan, namun kalian datang menawarkannya dengan cuma-cuma. Aku tak perlu membayar untuk mendapatkan kalian. Aku hanya perlu hadir disaat kalian membutuhkanku, begitu pun sebaliknya. Ya kita tidak lepas dari faktor kebutuhan karena kita menjalani kehidupan yang berbeda.
Kalian sangat berharga untukku dan tidak bisa dinilai dengan nominal mata uang. Aku tidak bisa membeli persahabatan, namun kalian datang menawarkannya dengan cuma-cuma. Aku tak perlu membayar untuk mendapatkan kalian. Aku hanya perlu hadir disaat kalian membutuhkanku, begitu pun sebaliknya. Ya kita tidak lepas dari faktor kebutuhan karena kita menjalani kehidupan yang berbeda.
Jumat, 26 Februari 2016
Menanti si Bungsu
Mak Suri, ini surat khusus untuk si bungsu, Supernova : Intelegensi Embun Pagi.
Mak, aku benar-benar penasaran dengan kelanjutan kisah Diva, Gio, Etra, Bodhi, Zarah, dan Alfa. Ditambah lagi soal teka-teki peretas, keberadaan Firas, dan siapa infiltran dan sarvara. Aku dan Komunitas Supernova di WA sudah lama memperdebatkan hal ini. Kami bertukar pikiran dan berimajinasi seluas-luasnya seakan kami ikut jadi Tuhan dalam cerita yang sedang kau kandung. Rasanya kami tidak sabar menyambut kedatangan si bungsu dan ingin sekali menimangnya!
Mak, aku benar-benar penasaran dengan kelanjutan kisah Diva, Gio, Etra, Bodhi, Zarah, dan Alfa. Ditambah lagi soal teka-teki peretas, keberadaan Firas, dan siapa infiltran dan sarvara. Aku dan Komunitas Supernova di WA sudah lama memperdebatkan hal ini. Kami bertukar pikiran dan berimajinasi seluas-luasnya seakan kami ikut jadi Tuhan dalam cerita yang sedang kau kandung. Rasanya kami tidak sabar menyambut kedatangan si bungsu dan ingin sekali menimangnya!
Kamis, 25 Februari 2016
Kelak Kamu Mencintaiku
Aku orang yang berkali-kali gagal mencintai dan dicintai.
Aku orang yang telah kenyang menelan kecewa.
Aku hanya berharap kelak kamu mencintaiku.
Jika kelak kamu mencintaiku, tolong jangan ragukan perasanku.
Tak perlu kamu melihat siapa saja yang berdiri di balik punggungku.
Tak perlu kamu tahu seberapa banyak luka yang tersayat di hati.
Rabu, 24 Februari 2016
Jodohkan Aku Denganmu
"Ifta, kamu masih menulis cerita-ceritaku?" - Kim Bum
Aku tahu kamu Tuhan dalam ceritamu, namun jika aku hambanya maka aku boleh kan berdoa dan berharap padamu? Aku akan berdoa agar kamu menggagalkan perjodohan antara aku dan Kim So Eun. Bukan karena aku tidak menyukainya. Aku suka gadis cantik apalagi So Eun anak yang periang, manja, dan menggemaskan. Namun bukan So Eun yang aku suka, jadi tolong mengerti.
Selasa, 23 Februari 2016
Kisah di Udara
Kita telah berkisah di udara.
Kisah kita dimulai saat kamu mengetahui cita-citaku menjadi penulis. Kemudian kamu mendekatiku, memberiku kesempatan untuk bergabung di organisasi yang mengutamakan bakat menulis. Kamu membiarkanku asik dengan dunia baruku. Sampai kemudian aku tenggelam dalam rutinitas.
Aku membutuhkanmu sebagai penenang, lalu kamu memberikan lagu yang kamu suka. Lagu bertempo lambat yang diiringi hanya dengan gitar akustik. Aku menyukainya. Lagu kesukaanmu seperti obat penenang disaat aku lelah. Kamu sendiri selembut malaikat yang mengiringiku berjalan.
Kisah kita dimulai saat kamu mengetahui cita-citaku menjadi penulis. Kemudian kamu mendekatiku, memberiku kesempatan untuk bergabung di organisasi yang mengutamakan bakat menulis. Kamu membiarkanku asik dengan dunia baruku. Sampai kemudian aku tenggelam dalam rutinitas.
Aku membutuhkanmu sebagai penenang, lalu kamu memberikan lagu yang kamu suka. Lagu bertempo lambat yang diiringi hanya dengan gitar akustik. Aku menyukainya. Lagu kesukaanmu seperti obat penenang disaat aku lelah. Kamu sendiri selembut malaikat yang mengiringiku berjalan.
Senin, 22 Februari 2016
High Five
High Five!!
Rasa itu spontan.
Aneh dan konyol.
Minggu, 21 Februari 2016
Pencipta Keajaiban
Tuhan aku tahu Engkau mencipta keajaiban disetiap kedip mataku, disetiap penggal nafasku, dan disetiap denyut jantungku. Bahkan kala aku lupa bahwa Engkau ada, Kau tak pernah lupa kalau aku selalu menanti keajaibanmu. Aku menanti pengabulan doaku. Aku menanti perwujudan harapanku.
Tuhan, begitu banyak hal yang tak aku mengerti. Aku sedang mempelajari kehidupanku sendiri. Memaknai setiap luka dan menghayati bahagiaku. Sesengguhnya aku manusia yang lemah di hadapan-Mu. Aku tak bisa berlama-lama bersujud pada-Mu karena aku takut menunjukan kelemahanku. Aku takut jika tak bisa menahan air mataku, membungkam teriakanku, dan mengendalikan perasaanku.
Tuhan, begitu banyak hal yang tak aku mengerti. Aku sedang mempelajari kehidupanku sendiri. Memaknai setiap luka dan menghayati bahagiaku. Sesengguhnya aku manusia yang lemah di hadapan-Mu. Aku tak bisa berlama-lama bersujud pada-Mu karena aku takut menunjukan kelemahanku. Aku takut jika tak bisa menahan air mataku, membungkam teriakanku, dan mengendalikan perasaanku.
Sabtu, 20 Februari 2016
Guruku, Jangan Dulu Nikah
"Pa jangan dulu nikah ya, sebelum saya lulus dari sekolah dan pesantren ini?"Bapak ingat ada siswi yang mengatakan itu di akhir kegiatan belajar mengajar. Siswi itu bukan aku Pa, aku siswi lain yang juga ingin mengatakan hal yang sama. Jika dia mengatakan itu karena takut setelah menikah Bapak meninggalkan sekolah dan pesantren, aku takut Bapak meninggalkanku.
Rasanya aku malu mengatakan ini pada Bapak, di sekolah pun aku selalu menunduk dan tersipu saat Bapak menyebut namaku. Namun saat Bapak kembali ke depan kelas dan menerangkan pelajaran, aku begitu mengagumi sosok Bapak. Bapak seorang guru muda yang menikmati proses belajar mengajar, air muka Bapak selalu tenang dan sabar, kata-kata Bapak selalu memotivasi dan berapi-api, ilmu yang Bapak ajarkan bagaikan lilin-lilin kecil yang menuntun kami berjalan menuju masa depan yang cerah.
Jumat, 19 Februari 2016
Kakak
Surat ini mungkin tak akan sampai pada Kakak.
Kak... terimakasih sudah bersedia menjadi Kakak untuk aku yang sebelumnya tak pernah merasakan kasih sayang seorang Kakak. Aku terlahir sebagai anak pertama sekaligus cucu pertama. Aku seringkali memimpikan sesosok Kakak yang melindungiku, sampai akhirnya kamu datang mewujudkan impianku. Darimu aku belajar menjadi Kakak yang baik, meskipun memang belum sebaik kamu.
Kamu sangat baik Kak. Kamu sabar menghadapi sikapku yang kekanak-kanakan. Kamu bisa membaca perasaanku, mengerti aku, dan dengan tulus menyayangiku. Aku selalu ingat semua pengorbanan kamu. Di saat aku memaksamu datang menemaniku mencari buku, kamu mengorbankan mata kuliahmu. Di saat aku merengek ingin mengobrol denganmu, kamu pergi ke telepon koin dan berjam-jam berdiri di sana mendengarku bercerita, kadang apa yang aku ceritakan tidak terlalu penting tapi kamu tidak pernah menutup telepon lebih dulu. Kamu juga mau aku ajak nonton acara musik di Ciwalk, padahal kamu pusing kalau ada di tengah keramaian. Aku bahkan masih merengek meminta nonton di depan panggung, tak peduli kamu yang pusing dan mulai lemas. Ya aku benar-benar keterlaluan!
Kak... terimakasih sudah bersedia menjadi Kakak untuk aku yang sebelumnya tak pernah merasakan kasih sayang seorang Kakak. Aku terlahir sebagai anak pertama sekaligus cucu pertama. Aku seringkali memimpikan sesosok Kakak yang melindungiku, sampai akhirnya kamu datang mewujudkan impianku. Darimu aku belajar menjadi Kakak yang baik, meskipun memang belum sebaik kamu.
Kamu sangat baik Kak. Kamu sabar menghadapi sikapku yang kekanak-kanakan. Kamu bisa membaca perasaanku, mengerti aku, dan dengan tulus menyayangiku. Aku selalu ingat semua pengorbanan kamu. Di saat aku memaksamu datang menemaniku mencari buku, kamu mengorbankan mata kuliahmu. Di saat aku merengek ingin mengobrol denganmu, kamu pergi ke telepon koin dan berjam-jam berdiri di sana mendengarku bercerita, kadang apa yang aku ceritakan tidak terlalu penting tapi kamu tidak pernah menutup telepon lebih dulu. Kamu juga mau aku ajak nonton acara musik di Ciwalk, padahal kamu pusing kalau ada di tengah keramaian. Aku bahkan masih merengek meminta nonton di depan panggung, tak peduli kamu yang pusing dan mulai lemas. Ya aku benar-benar keterlaluan!
Kamis, 18 Februari 2016
Dari Pria Dewasa
Selamat pagi embun pagiku. Aku mohon diamlah sejenak di sini, sebelum kamu menguap bersamaan datangnya mentari pagi. Aku ingin menyampaikan perasaanku yang teramat penting.
Kamu tahu, sudah lama aku mengamatimu. Kamu begitu baik, ramah, dan selalu menyenangkan. Kamu sesekali rapuh namun kemudian kembali tegar dan bersemangat. Aku tahu, kamu pernah menjalin hubungan dengan pria muda, dan itu membuatku mundur satu langkah. Aku juga tahu, kamu mengagumi paras tampan seperti Lee Min Ho, lalu aku mundur kembali.
Kamu tahu, sudah lama aku mengamatimu. Kamu begitu baik, ramah, dan selalu menyenangkan. Kamu sesekali rapuh namun kemudian kembali tegar dan bersemangat. Aku tahu, kamu pernah menjalin hubungan dengan pria muda, dan itu membuatku mundur satu langkah. Aku juga tahu, kamu mengagumi paras tampan seperti Lee Min Ho, lalu aku mundur kembali.
Rabu, 17 Februari 2016
Membacamu
Kamu seorang penulis yang terkenal di kotaku. Aku selalu membawa bukumu kemana pun aku pergi. Merasakan kehadiranmu senyata setahun yang lalu saat kita tidak sengaja bertemu di tepi Sungai Cheonggyecheon. Ya, saat itu aku sedang memainkan violin dan kamu terlihat bahagia. Kamu bilang kamu suka dengan permainan violin ku, lalu dalam hati aku mengatakan bahwa aku suka sorot matamu.
Setelah hari itu kita saling mengenal satu sama lain melalui media sosial. Kita memang tidak bisa bertemu lagi karena kamu kembali ke Negaramu, Indonesia. Namun kamu selalu punya cara membuatku nyaman dengan mengirimkan puisi-puisi indah yang kemudian aku senadakan dengan permainan violinku. Sesekali kita berduet, kamu yang membacakan puisi aku yang mengiringimu dengan nada.
Setelah hari itu kita saling mengenal satu sama lain melalui media sosial. Kita memang tidak bisa bertemu lagi karena kamu kembali ke Negaramu, Indonesia. Namun kamu selalu punya cara membuatku nyaman dengan mengirimkan puisi-puisi indah yang kemudian aku senadakan dengan permainan violinku. Sesekali kita berduet, kamu yang membacakan puisi aku yang mengiringimu dengan nada.
Selasa, 16 Februari 2016
Kupu - kupu Caper
Kupu-kupu itu memang sukanya cari perhatiankan? Ya mirip kamu, adik bungsuku.
Kamu memang cantik. Kamu mudah menarik perhatian orang jadi sebenarnya ga perlu cari perhatian pun kamu sudah diperhatikan orang. Kamu ga perlu membenci orang-orang yang mengabaikanmu. Hanya lihat orang-orang yang memperhatikanmu. Jadi lah kupu-kupu yang baik hatinya.
Coba simpan sejenak gadget itu dan lihat sekitar. Banyak orang yang sayang dan memperhatikanmu dengan tulus. Kamu tahu sendiri kan, kadang media sosial memberikan ilusi. Sebanyak apa pun teman yang kamu punya di media sosial lambat laun mereka hilang dengan sendirinya, itu namanya ilusi. Kamu jelas-jelas punya teman yang nyata, keluarga yang nyata, jadi cintai apa yang nyata.
Kamu memang cantik. Kamu mudah menarik perhatian orang jadi sebenarnya ga perlu cari perhatian pun kamu sudah diperhatikan orang. Kamu ga perlu membenci orang-orang yang mengabaikanmu. Hanya lihat orang-orang yang memperhatikanmu. Jadi lah kupu-kupu yang baik hatinya.
Coba simpan sejenak gadget itu dan lihat sekitar. Banyak orang yang sayang dan memperhatikanmu dengan tulus. Kamu tahu sendiri kan, kadang media sosial memberikan ilusi. Sebanyak apa pun teman yang kamu punya di media sosial lambat laun mereka hilang dengan sendirinya, itu namanya ilusi. Kamu jelas-jelas punya teman yang nyata, keluarga yang nyata, jadi cintai apa yang nyata.
Senin, 15 Februari 2016
Yongyong
Aku ragu sebenarnya menuliskan ini, tapi aku bahagia mengenang perasaan cintaku ke kamu. Kamu tidak pernah melukai perasaanku. Ya kamu tidak pernah mengabaikanku. Kamu juga tidak pernah membuatku sakit hati sekalipun pada akhirnya kamu menikahi perempuan lain.
Yongyong, kamu masih sering datang ke mimpiku. Aku tak tahu apa yang menarikmu datang, padahal aku tidak sedang memenuhi kepalaku dengan kamu. Ada satu waktu kamu datang dan tiba-tiba mengenggam tanganku, menuntunku berjalan. Mungkin kamu ingin mengingatkan akan janjiku dulu, mungkin sebenarnya kamu ingin berkata, "Jangan tersesat Na, kembali ke jalan dimana kamu harus mewujudkan impianmu. Ingat janjimu, kamu tidak ingin semua impian itu hanya omong kosong kan? Kamu bilang kamu ingin membuktikannya dengan perbuatan yang nyata."
Yongyong, kamu masih sering datang ke mimpiku. Aku tak tahu apa yang menarikmu datang, padahal aku tidak sedang memenuhi kepalaku dengan kamu. Ada satu waktu kamu datang dan tiba-tiba mengenggam tanganku, menuntunku berjalan. Mungkin kamu ingin mengingatkan akan janjiku dulu, mungkin sebenarnya kamu ingin berkata, "Jangan tersesat Na, kembali ke jalan dimana kamu harus mewujudkan impianmu. Ingat janjimu, kamu tidak ingin semua impian itu hanya omong kosong kan? Kamu bilang kamu ingin membuktikannya dengan perbuatan yang nyata."
REBORN
Diantara tumpukan surat #30harimenulissuratcinta aku ingin sedikit bercerita tentang project #whenyoulostyourfirstlove bersama 36 penulis dan nulisbuku.com. Project ini mengumpulkan 36 kisah tentang cinta pertama yang kemudian dibukukan ke dalam 4 buku.
Sudah lama sekali, sekitar tahun 2010 yang lalu aku membuat project #whenyoulostyourfirstlove. Ada seseorang yang menjadi alasan kenapa aku membuat project itu. Seseorang yang ingin aku temui hanya untuk memastikan kabarnya baik-baik saja. Di tahun 2012 akhirnya aku mendapatkan kabar tentangnya yang sudah bertunangan. Di tahun 2014 dia pun menikah. Rasanya aku kehilangan harapan.
Sudah lama sekali, sekitar tahun 2010 yang lalu aku membuat project #whenyoulostyourfirstlove. Ada seseorang yang menjadi alasan kenapa aku membuat project itu. Seseorang yang ingin aku temui hanya untuk memastikan kabarnya baik-baik saja. Di tahun 2012 akhirnya aku mendapatkan kabar tentangnya yang sudah bertunangan. Di tahun 2014 dia pun menikah. Rasanya aku kehilangan harapan.
Minggu, 14 Februari 2016
Malam Indonesiaku
Aku menulis surat ini tengah malam, maka ku sapa kau dengan selamat malam.
Apa yang kulihat saat malam hanyalah gelap. Apa yang bisa kuingat tentang Indonesiaku hanyalah masa suram dimana terjadi pembantaian orang-orang yang dituduh komunis pada tahun 1965, tragedi tanjuk priok pada tahun 1984, kerusuhan Mei 1998, serta lebih banyak lagi berita pembunuhan keji, tindak kriminal, dan korupsi. Menyedihkan mengingat aku mencintai Indonesia seutuhnya.
Apa yang kulihat saat malam hanyalah gelap. Apa yang bisa kuingat tentang Indonesiaku hanyalah masa suram dimana terjadi pembantaian orang-orang yang dituduh komunis pada tahun 1965, tragedi tanjuk priok pada tahun 1984, kerusuhan Mei 1998, serta lebih banyak lagi berita pembunuhan keji, tindak kriminal, dan korupsi. Menyedihkan mengingat aku mencintai Indonesia seutuhnya.
Sabtu, 13 Februari 2016
Laki-laki Teristimewa
Adikku tersayang yang paling anti disenderin pundaknya, ini surat
dari Teteh jangan langsung di hapus ya... Teteh mau bilang kalau sampai
saat ini, ga ada pria lain yang paling Teteh kagumi selain kamu. Oke
jangan sebut Pon, Hongki, Dochi, Sansan, atau siapa pun itu yang selalu
Teteh puja-puja di timeline, karena mereka itu bintang yang Teteh kagumi
dari jauh. Sedangkan pria lainnya ga ada. Beneran cuma kamu No! *abis
ini traktir mie ramen ya*
Pokoknya kalau ada cewek yang ninggalin kamu, Teteh jamin dia bakal nyesel seumur hidupnya. Bakal kambuh magh-nya karena nggak kamu ingetin makan. Bakal kesepian hatinya karena ga denger melodi melodi gitar kamu yang romantis. Bakal hmm... kok jadi ngutukin gini isi suratnya. Maaf! Maaf!
Pokoknya kalau ada cewek yang ninggalin kamu, Teteh jamin dia bakal nyesel seumur hidupnya. Bakal kambuh magh-nya karena nggak kamu ingetin makan. Bakal kesepian hatinya karena ga denger melodi melodi gitar kamu yang romantis. Bakal hmm... kok jadi ngutukin gini isi suratnya. Maaf! Maaf!
Jumat, 12 Februari 2016
Kuroko Wannabe
Aku suka anime Kuroko no Basuke, waktu Kuroko Tetsuya dengan lantang menyebut dirinya bayangan dan meminta Kagami Taiga menjadi cahayanya untuk sama-sama membawa SMA Seirin menjadi yang terbaik di Jepang. Kuroko ini luar biasa sebagai The Phantom Sixth Player dari "Generation of Miracles" SMP Teikou.Kamis, 11 Februari 2016
Pangeran Buku
Kau menarik meskipun orang memanggilmu Si Kutu Buku.
Aku ingat saat kamu datang ke perpustakaan dengan membungkuk dan takut menatap mata orang lain di sekitarmu. Saat itu ingin sekali aku langsung mengampirimu dan menggenggam tanganmu erat, memberimu keberanian dan menatap matamu dalam untuk meyakinkan bahwa tak ada yang perlu kamu takutkan. Aku juga ingat saat kamu memilih duduk lama di sampingku, terdiam seakan merasakan aura keberadaanku. Aku sedikit malu dan mulai berpikir apa mungkin kamu akan tertarik padaku? Aku sadar kalau aku tak cantik dan berbau usang karena terlalu lama diam diantara buku tua.
Aku ingat saat kamu datang ke perpustakaan dengan membungkuk dan takut menatap mata orang lain di sekitarmu. Saat itu ingin sekali aku langsung mengampirimu dan menggenggam tanganmu erat, memberimu keberanian dan menatap matamu dalam untuk meyakinkan bahwa tak ada yang perlu kamu takutkan. Aku juga ingat saat kamu memilih duduk lama di sampingku, terdiam seakan merasakan aura keberadaanku. Aku sedikit malu dan mulai berpikir apa mungkin kamu akan tertarik padaku? Aku sadar kalau aku tak cantik dan berbau usang karena terlalu lama diam diantara buku tua.
Rabu, 10 Februari 2016
Kita dan Pohon Kersen
Aku rasa perlu mengirimkan surat pada sahabat pertamaku.
Ya itu kamu Wind, sahabat yang cantik, cerdas, dan berbakat. Aku ingat saat pertama kali aku masuk kelas dan mengenal kamu yang ternyata tinggal tak jauh dari rumahku. Kita pulang sekolah bersama dan saat sore pun aku selalu datang ke rumah kamu. Kita juga suka manjat pohon kersen! Menyenangkan kan ada di dahan paling tinggi dan mengambil kersen merah sebanyak-banyaknya.
Bertahun-tahun kita selalu bersaing dalam peringkat di sekolah. Bahkan saat kita mulai suka dengan lawan jenis, aku tak menyangka kalau kamu akan jadi sainganku. Ya, aku selalu merasa kamu lebih cantik dan pintar. Kamu supel dan punya banyak teman. Aku pikir kamu bisa dengan mudah membuat orang lain menyukaimu. Itu sebabnya, aku memintamu mengalah padaku yang kurang percaya diri.
Ya itu kamu Wind, sahabat yang cantik, cerdas, dan berbakat. Aku ingat saat pertama kali aku masuk kelas dan mengenal kamu yang ternyata tinggal tak jauh dari rumahku. Kita pulang sekolah bersama dan saat sore pun aku selalu datang ke rumah kamu. Kita juga suka manjat pohon kersen! Menyenangkan kan ada di dahan paling tinggi dan mengambil kersen merah sebanyak-banyaknya.
Bertahun-tahun kita selalu bersaing dalam peringkat di sekolah. Bahkan saat kita mulai suka dengan lawan jenis, aku tak menyangka kalau kamu akan jadi sainganku. Ya, aku selalu merasa kamu lebih cantik dan pintar. Kamu supel dan punya banyak teman. Aku pikir kamu bisa dengan mudah membuat orang lain menyukaimu. Itu sebabnya, aku memintamu mengalah padaku yang kurang percaya diri.
Selasa, 09 Februari 2016
Di Balik Tembok
Hai seseorang di balik tembok!
Banyak yang ingin aku tanyakan padamu, bagaimana kamu bisa menembus tembok dan masuk ke dalam mimpi-mimpiku? Kamar kita bersebelahan bukan? Apa posisi kasurmu juga tepat di sebelahku? Apa saat aku menyentuh tembok dengan telapak tangan, kamu pun melakukan hal yang sama?
Jadi itu sebabnya kamu dapat menembus tembok. Sekejap kamu membuatku jatuh cinta sampai-sampai aku berharap dapat merobohkan tembok di antara kita, karena aku tak punya kemampuan menembus tembok sepertimu. Ya, kamu curang! Kamu bisa masuk ke dalam mimpiku sedangkan aku tidak bisa masuk ke dalam mimpimu, bahkan untuk membuatmu jatuh cinta pun rasanya mustahil.
Banyak yang ingin aku tanyakan padamu, bagaimana kamu bisa menembus tembok dan masuk ke dalam mimpi-mimpiku? Kamar kita bersebelahan bukan? Apa posisi kasurmu juga tepat di sebelahku? Apa saat aku menyentuh tembok dengan telapak tangan, kamu pun melakukan hal yang sama?
Jadi itu sebabnya kamu dapat menembus tembok. Sekejap kamu membuatku jatuh cinta sampai-sampai aku berharap dapat merobohkan tembok di antara kita, karena aku tak punya kemampuan menembus tembok sepertimu. Ya, kamu curang! Kamu bisa masuk ke dalam mimpiku sedangkan aku tidak bisa masuk ke dalam mimpimu, bahkan untuk membuatmu jatuh cinta pun rasanya mustahil.
Minggu, 07 Februari 2016
Pon, Jadikan Aku Mogu
Pon aku harap kamu bisa membaca suratku ini dengan bantuan Google Translate.本当にJakartaまた行きたい‼︎ https://t.co/uukFHsnzRD— HIROTO A9 (@hrt_A9) January 5, 2016
Aku adalah orang yang ingin kamu temui di Jakarta. Iya, itu sebabnya kmu menulis tweet seperti itu. Kamu sangat ingin pergi lagi ke Jakarta karena ingin bertemu denganku kan? Pasti karena harapan yang sama-sama kita buat sejak pertemuan pertama kita, tahun 2012 yang lalu.
Sabtu, 06 Februari 2016
Keiko Keichi Matsuyama
Surat untuk Kei yang sudah sampai surga.
Keiko Keichi Matsuyama, nama yang cukup panjang untuk seekor kelinci yang berumur singkat. Tiga tahun kamu bertahan hidup Kei. Setelah melahirkan dua anak kelinci yang sehat, Hiro dan Chika.
Aku rindu kamu, Kei. Ingat saat pertama kali kita ketemu? Tubuhmu seperti bola kapas yang halus dan menggemaskan dengan bulu-bulu berwarna putih, coklat, dan abu-abu. Aku memelukmu setiap saat dan rasanya tak ingin berhenti menciumimu, dan kadang aku sentuh hidungmu yang bergerak-gerak.
Keiko Keichi Matsuyama, nama yang cukup panjang untuk seekor kelinci yang berumur singkat. Tiga tahun kamu bertahan hidup Kei. Setelah melahirkan dua anak kelinci yang sehat, Hiro dan Chika.
Aku rindu kamu, Kei. Ingat saat pertama kali kita ketemu? Tubuhmu seperti bola kapas yang halus dan menggemaskan dengan bulu-bulu berwarna putih, coklat, dan abu-abu. Aku memelukmu setiap saat dan rasanya tak ingin berhenti menciumimu, dan kadang aku sentuh hidungmu yang bergerak-gerak.
Jumat, 05 Februari 2016
Penguntit Sejati
Haloo Aa yang badannya kayak triplek, yang kalau ketiup angin langsung roboh. Hahaaha maaf! Bukan aku yang bilang... itu Wulan sama Reva yang bilang. Aku kan selalu bilang kalau Aa ganteng dengan badan setriplek itu, ehh maksudku setipis itu!
Aa mungkin tahu kalau aku ini penguntit sejati Aa. Dari mulai Aa datang ke sekolah, istirahat, pulang sekolah, main bola, sampai setiap minggu aku masih ngikutin Aa lari ke Metro. Kadang harus sembunyi di balik pohon atau tong sampah depan rumah orang biar gak ketauan sama Aa. Rasa deg-degan ngikutin Aa itu lebih dahsyat dari pada deg-degan dapet senyum Aa!
Kamis, 04 Februari 2016
Penunggu Pinus
Kamu ada di sana hai Penunggu Pinus?
Sampai kapan kamu akan termenung di puncak pohon pinus? Apa kamu masih menunggu bintang jatuh? Kenapa kamu selalu menggantungkan harapan pada bintang yang sekelebat melintas di pekat malam? Padahal sudah jelas aku di sini mengharapkanmu.
Apa kamu tahu, aku sudah lama menyukaimu. Aku jatuh cinta ketika mata kita bertemu di malam penuh bintang di antara bayang sepasang pohon pinus. Aku jatuh cinta ketika kamu berdiri mematung di samping pohon pinus tanpa mengusikku. Kamu merasa cukup dengan mengamatiku yang sedang berkejaran dengan kelinci lain, lalu saat malam menjemput kamu kembali memanjat pohon pinus.
Sampai kapan kamu akan termenung di puncak pohon pinus? Apa kamu masih menunggu bintang jatuh? Kenapa kamu selalu menggantungkan harapan pada bintang yang sekelebat melintas di pekat malam? Padahal sudah jelas aku di sini mengharapkanmu.
Apa kamu tahu, aku sudah lama menyukaimu. Aku jatuh cinta ketika mata kita bertemu di malam penuh bintang di antara bayang sepasang pohon pinus. Aku jatuh cinta ketika kamu berdiri mematung di samping pohon pinus tanpa mengusikku. Kamu merasa cukup dengan mengamatiku yang sedang berkejaran dengan kelinci lain, lalu saat malam menjemput kamu kembali memanjat pohon pinus.
Rabu, 03 Februari 2016
Surat Teruntuk Bapak GJA
Apa kabar Bapak?
Malu sebenarnya aku menyapa kembali Bapak setelah tiga tahun hilang tak memberi kabar atau pun menanyakan kabar Bapak. Malu sebenarnya karena aku belum bisa menjadi orang yang meneruskan perjuangan Bapak. Belum bisa menjadi orang yang dibanggakan Bapak. Padahal Bapak telah mewariskan ilmu dan semangat Bapak.
Bapak di Palu baik-baik saja kan? Bagaimana dengan Ibu? Aku takut sekali Ibu menegurku seperti waktu itu, karena aku terlambat menengok Bapak di Rumah Sakit. Sedih rasanya membayangkan Bapak yang terbaring kaku, dingin, dan kurus di ruang ICU. Aku tak pernah mengira Bapak akan seperti itu. Aku selalu ingat Bapak yang gagah menungguku di depan rumah, dengan senyum ramah, dan sapaan yang hangat. Bapak langsung menerima kehadiranku padahal aku orang asing bagi Bapak.
Malu sebenarnya aku menyapa kembali Bapak setelah tiga tahun hilang tak memberi kabar atau pun menanyakan kabar Bapak. Malu sebenarnya karena aku belum bisa menjadi orang yang meneruskan perjuangan Bapak. Belum bisa menjadi orang yang dibanggakan Bapak. Padahal Bapak telah mewariskan ilmu dan semangat Bapak.
Bapak di Palu baik-baik saja kan? Bagaimana dengan Ibu? Aku takut sekali Ibu menegurku seperti waktu itu, karena aku terlambat menengok Bapak di Rumah Sakit. Sedih rasanya membayangkan Bapak yang terbaring kaku, dingin, dan kurus di ruang ICU. Aku tak pernah mengira Bapak akan seperti itu. Aku selalu ingat Bapak yang gagah menungguku di depan rumah, dengan senyum ramah, dan sapaan yang hangat. Bapak langsung menerima kehadiranku padahal aku orang asing bagi Bapak.
Selasa, 02 Februari 2016
Azuki-chan!
Hai sahabat lama!
Aku rasanya ingin kembali ke saat kecil dulu, melihatmu yang berkucir dua dan berlari dengan ceria. Wajah polos kamu ketika bertemu Yunosuke-kun itu sangat menggemaskan! Kyaaata aku juga suka dengan anak laki-laki seperti Yunosuke-kun!
Azuki-chan! Aku bertemu dengan seseorang seperti Yunosuke-kun loh... kebetulan yang lucu kan!? Apa mungkin karena kita sahabatan sejak kecil ya. Bahkan teman-temanku bilang aku itu mirip kamu. Apa kamu ingat Azuki-chan, saat aku mengucir dua rambutku dan berjalan setengah berlari seperti kamu? Aku juga masih percaya kata-kata Tomoko soal hujan yang jatuh pertama kali ke hidung! Ya aku selalu melakukannya saat hujan akan turun dan berharap hujan jatuh ke hidung lalu seseorang yang seperti Yunosuke-kun menyukaiku.
Aku rasanya ingin kembali ke saat kecil dulu, melihatmu yang berkucir dua dan berlari dengan ceria. Wajah polos kamu ketika bertemu Yunosuke-kun itu sangat menggemaskan! Kyaaata aku juga suka dengan anak laki-laki seperti Yunosuke-kun!
Azuki-chan! Aku bertemu dengan seseorang seperti Yunosuke-kun loh... kebetulan yang lucu kan!? Apa mungkin karena kita sahabatan sejak kecil ya. Bahkan teman-temanku bilang aku itu mirip kamu. Apa kamu ingat Azuki-chan, saat aku mengucir dua rambutku dan berjalan setengah berlari seperti kamu? Aku juga masih percaya kata-kata Tomoko soal hujan yang jatuh pertama kali ke hidung! Ya aku selalu melakukannya saat hujan akan turun dan berharap hujan jatuh ke hidung lalu seseorang yang seperti Yunosuke-kun menyukaiku.
Senin, 01 Februari 2016
Menikmati Karma
Surat teruntuk nunoe
Hai nu... akhirnya aku beranikan diri menulis surat untukmu. Aku lihat kamu sedang menjalani hubungan jarak jauh dengan wanita yang baik, jaga dia baik-baik ya nu. Jaga perasaannya dan bahagiakan dia. Jika kamu membahagiakan seseorang maka kamu akan bahagia seutuhnya. Sebaliknya, jika kamu menyakiti seseorang maka kamu akan tersakiti sesakit-sakitnya. Seperti aku sekarang.
Sebelum ini, aku sudah meminta maaf padamu kan? Aku akui dulu aku jahat padamu dan aku takut sekali pada karma. Namun kamu pria yang benar-benar baik, kamu masih sempatkan mendoakanku agar pria yang aku pilih adalah yang terbaik dan rencanaku menikah dapat berjalan lancar.
Kenyatannya nu, dia meninggalkanku. Tolong jangan pasang wajah mengasihaniku. Aku baik-baik saja. Aku hanya sedang menikmati karma dan belajar dari rasa sakit ini.
Hai nu... akhirnya aku beranikan diri menulis surat untukmu. Aku lihat kamu sedang menjalani hubungan jarak jauh dengan wanita yang baik, jaga dia baik-baik ya nu. Jaga perasaannya dan bahagiakan dia. Jika kamu membahagiakan seseorang maka kamu akan bahagia seutuhnya. Sebaliknya, jika kamu menyakiti seseorang maka kamu akan tersakiti sesakit-sakitnya. Seperti aku sekarang.
Sebelum ini, aku sudah meminta maaf padamu kan? Aku akui dulu aku jahat padamu dan aku takut sekali pada karma. Namun kamu pria yang benar-benar baik, kamu masih sempatkan mendoakanku agar pria yang aku pilih adalah yang terbaik dan rencanaku menikah dapat berjalan lancar.
Kenyatannya nu, dia meninggalkanku. Tolong jangan pasang wajah mengasihaniku. Aku baik-baik saja. Aku hanya sedang menikmati karma dan belajar dari rasa sakit ini.
Minggu, 31 Januari 2016
Surat Cinta Pertamaku untuk Kamu
Ini surat cinta pertamaku, mungkin perasaanmu sedang tak menentu sama sepertiku. Hai kamu, sudah jangan cengengesan dan mesam mesem sendiri. Baca surat cinta ini dan pahami maksudku.
Kita mungkin sudah lama saling mengenal dan setidaknya kamu berusaha mengenalku. Kamu sudah mengetuk pintu rumahku dan aku dengan senang hati mengijinkanmu masuk. Kamu membaca suasana hatiku setiap saat, meski pun kamu tak menanggapinya setiap saat. Kamu tepatnya tahu kapan aku bahagia, marah, sedih, kecewa, dan kesepian karena aku selalu mencoretkannya pada dinding rumahku.
Senin, 25 Januari 2016
FANFIKSI SUPERNOVA
Hujan deras, rintiknya seperti batu es yang memukul-mukul kasar jendela kaca mobil. Petir terus menggelar di segala penjuru. Namun Elektra dengan nyaman tidur di kursi paling depan. Suara petir tak menganggunya sama sekali, bahkan baginya ini lebih lembut dari nyanyian nina bobo seorang ibu. Di kursi belakang Bong menutup kuping dan sesekali terlonjak kaget. Bodhi dengan tenang duduk dan pandangannya tak berhenti mengamati Elektra.
Jalan tol menuju Jakarta sangat rawan di saat hujan seperti ini, jarak pandangnya menipis belum lagi angin kencang yang seakan bisa mendorong mobil dalam sekali hentakan. Namun Mpret bersikeras mengantar Bong, sekaligus menjemput adik si empunya mobil Jeep putih ini di bandara, karena itu syarat yang diajukan teman Mpret jika ingin meminjam mobilnya.
Minggu, 24 Januari 2016
Pragmatis, Pragmatik.
Sebelum pulang, karena hujan besar juga aku mau nulis apa yang baru saja dibahas di grup Supernova. Tentang aku yang ‘katanya’ pragmatis, ya sebelum ini sahabatku bilang aku idealis. Aku menangkap makna Pragmatis itu sebagai kebalikannya Idealis.
Ya tepat aku merasa tergambarkan dengan contoh di atas, seorang yang pragmatis lalu menjadi idealis. Tapi ternyata bukan itu yang dimaksud, ada satu hal lagi yang tidak ada kaitannya dengan sifat melainkan dari cara penyampaian pesan.
“Seorang mahasiswa yang dari awal pragmatis, mentargetkan lulus kuliah cepat, dengan IPK tinggi, dan mengantongi beragam sertifikat dari berbagai organisasi, begitu lulus langsung bekerja, bila nyantol di perusahaan besar lebih baik, tapi jika tidak lompat-lompat dari satu tempat ke tempat lain tidak buruk, lalu bekerja keras mencapai level yang lebih tinggi di perusahaan, menikah, lalu punya anak dan hidup sejahtera. Itu semua adalah rencana hidupnya, tapi begitu ia merasakan bekerja di perusahaan besar, tiba-tiba ia menjadi berpikir: sebenarnya untuk apa aku hidup? Untuk apa aku bekerja? Apakah semata karena kesejahteraan? Akhirnya ia pun bisa menuju jalan yang berbalik arah, ia memilih bekerja sosial yang tidak dibayar pun tidak apa-apa. Kalau orang bilang, mahasiswa tipe ini adalah mahasiswa pragmatis yang menjadi idealis.” (Sumber: Suararaa)
Ya tepat aku merasa tergambarkan dengan contoh di atas, seorang yang pragmatis lalu menjadi idealis. Tapi ternyata bukan itu yang dimaksud, ada satu hal lagi yang tidak ada kaitannya dengan sifat melainkan dari cara penyampaian pesan.
Penjelajah
Coraline merasa dirinya seorang penjelajah, percis seperti aku kecil
dulu. Menjelajahi komplek, main di selokan, manjat pohon, melihat
benteng tinggi di belakang PLN dan menyebutnya benteng cina, melihat
tower tinggi dan menganggapnya menara eiffel. Duniaku meski hanya seluas
komplek, tapi aku merasa telah berkeliling dunia yang sesungguhnya.
Di novel Coraline ada saat dia menjelajah keluar 'flatnya yang lain' menembus pepohonan, namun setelah melewati rimbunnya pepohonan, kabut, dan pemandangan yang seperti sketsa di atas kertas putih, dia kembali melihat 'flatnya yang lain'.
Di novel Coraline ada saat dia menjelajah keluar 'flatnya yang lain' menembus pepohonan, namun setelah melewati rimbunnya pepohonan, kabut, dan pemandangan yang seperti sketsa di atas kertas putih, dia kembali melihat 'flatnya yang lain'.
Langganan:
Postingan (Atom)




