Jumat, 20 Mei 2016
Remah Roti
Bicara tentang remah roti, ini berarti bicara tentang masa lalu dan petunjuk.
Kau tebarkan remah roti di sepanjang jalan, seperti saat kau menuliskan cerita sehari-hari di dalam buku harian. Apa kau akan menemukan jalan kembali pulang ke masa lalu atau kau memutuskan berkeliling sampai rotimu habis lalu menetap di masa depan?
Kalau kau ingin kembali ke masa lalu, kau harus menjadi orang yang beruntung. Kau pikir remah rotimu tak akan habis digotong segerombolan semut atau menjadi cemilan tikus nakal? Kau pikir kau dapat pulang dengan selamat? Kau mungkin akan kelaparan dan memakan remah roti sebagai pengganjal perut, lalu kau lupa arah yang ditunjukan remah roti hingga kau tersesat dan mati kelaparan.
Kalau kau ingin menetap di masa depan, kau harus jadi pejuang yang tangguh. Ikhlaskan remah roti yang yang kau tinggalkan, sesekali kau boleh menoleh dan mengenang, lalu bersyukurlah ketika remah rotimu menjadi makanan para burung. Mereka akan berterimakasih padamu dengan kicauan yang merdu. Setidaknya remah roti yang kau tinggalkan membuat hewan-hewan kecil itu bahagia. Kau tak perlu memungut atau memakannya. Lihat lah sekitar, mungkin ada sungai yang mengalir jernih dan banyak ikan di dalamnya, ada juga pohon berbuah segar, dedaunan sebagai obat, jamur yang empuk dan gurih, domba yang bisa kau buru, dan kayu-kayu yang bisa kau bangun menjadi tempat tinggal. Kau tidak perlu khawatir tentang kehidupanmu, berjuanglah dengan tangguh dan jangan abaikan sekitar.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar