Sehabis baca buku ini, aku mengenal diriku lebih dalam. Aku yang mudah sakit hati dan tertekan. Aku yang selalu teringat kata-kata negatif dan menyimpan dengan apik rekaman buruk. Aku yang selalu menunda-nunda pekerjaan, karena ingin hasil yang sempurna. Aku yang kesal melihat barang tidak pada tempatnya. Ya, itu karena aku Melankolis.
Aku pikir ini buruk, karena Melankolis rentan depresi, berwajah muram, dan pesimis. Setelah membaca lebih banyak lagi, aku paham. Dunia tanpa orang Melankolis, tidak akan ada puisi, seni rupa, kesusastraan, falsafah, atau simfoni. Dunia akan kehilangan budaya, peradaban, cita rasa, dan bakat yang terpendam di dalam sifat-sifat kita. Dunia akan memiliki lebih sedikit insinyur, pencipta, ilmuwan, lalu pembukuan kita hilang dan kolom-kolom menjadi tidak seimbang. Ya, orang Melankolis adalah jiwa, pikiran, semangat, dan jantung kemanusiaan. Aristoteles mengatakan, "Semua orang Jenius punya watak Melankolis."
Jumat, 09 Desember 2016
Sabtu, 03 Desember 2016
Cara Membuat Ending Cerita yang Sulit Ditebak
Ini sebenarnya tugasku sebagai ghostwriter pemula, aku harus membuat ending cerita yang sulit ditebak. Aku mendapat beberapa referensi bacaan dari klien, tapi dalam deadline yang sempit dan kecepatan membacaku yang tergolong 'siput'. Akhirnya aku hanya mengingat novel-novel yang pernah kubaca sebelumnya. Ada 4 cara membuat ending cerita yang sulit ditebak. Cara ini berdasarkan kacamataku sebagai pembaca dan kebetulan keempat penulis ini adalah penulis yang menginspirasiku. Jadi langsung saja ke cara-cara ajaib menuliskan ending:
1. Novel Dee Lestari (Serial Supenova): memiliki pertanyaan, "Apa Supernova?" Di setiap ending-nya Dee memberi teka-teki sehingga pembaca tidak pernah mendapatkan jawaban. Justru menimbulkan banyak pertanyaan baru. Itu lah sebabnya membaca novel Supernova seperti tidak pernah merasa puas, tapi membuat pembaca merasa haus akan informasi yang lebih banyak lagi.
1. Novel Dee Lestari (Serial Supenova): memiliki pertanyaan, "Apa Supernova?" Di setiap ending-nya Dee memberi teka-teki sehingga pembaca tidak pernah mendapatkan jawaban. Justru menimbulkan banyak pertanyaan baru. Itu lah sebabnya membaca novel Supernova seperti tidak pernah merasa puas, tapi membuat pembaca merasa haus akan informasi yang lebih banyak lagi.
Langganan:
Postingan (Atom)
