Pages

Senin, 29 Februari 2016

Bahagialah Mah

Jujur di surat terakhir ini aku tidak bisa banyak bicara.
Ada rasa cinta yang memang tidak bisa dirangkai dalam kata.

Cintaku pada Mamah tak terwakili oleh kata apa pun.
Bahkan kata 'cinta' pun rasanya belum mewakili perasaanku.

Minggu, 28 Februari 2016

Mendung, Pelangi, dan Mentari

Memandangimu yang tak bergeming. Membuat hatiku bergetar sendu.
Dawai hatimu tak lagi merdu. Tuk suarakan yang telah terjadi.
Dan langitpun sama sama. Mendukung perih yang ada.
Hingga mungkin aku tak berarti. Meski temanimu setiap hari.
Bagaimana mungkin kamu tak akan segera menangis.
Sepertimulah langit kini. Tertunduk pilu dalam mendung.
Mendung - The Vuje

Sabtu, 27 Februari 2016

Harta yang Tak Ternilai

Aku tidak bisa menunjuk satu-satu sahabatku. Sejak aku tinggal di Bandung, Solo, sampai sekarang di Pangkalpinang, aku memiliki banyak sahabat. Kalian harta yang tak ternilai, bukan tak bernilai.

Kalian sangat berharga untukku dan tidak bisa dinilai dengan nominal mata uang. Aku tidak bisa membeli persahabatan, namun kalian datang menawarkannya dengan cuma-cuma. Aku tak perlu membayar untuk mendapatkan kalian. Aku hanya perlu hadir disaat kalian membutuhkanku, begitu pun sebaliknya. Ya kita tidak lepas dari faktor kebutuhan karena kita menjalani kehidupan yang berbeda.

Jumat, 26 Februari 2016

Menanti si Bungsu

Mak Suri, ini surat khusus untuk si bungsu, Supernova : Intelegensi Embun Pagi.

Mak, aku benar-benar penasaran dengan kelanjutan kisah Diva, Gio, Etra, Bodhi, Zarah, dan Alfa. Ditambah lagi soal teka-teki peretas, keberadaan Firas, dan siapa infiltran dan sarvara. Aku dan Komunitas Supernova di WA sudah lama memperdebatkan hal ini. Kami bertukar pikiran dan berimajinasi seluas-luasnya seakan kami ikut jadi Tuhan dalam cerita yang sedang kau kandung. Rasanya kami tidak sabar menyambut kedatangan si bungsu dan ingin sekali menimangnya!

Kamis, 25 Februari 2016

Kelak Kamu Mencintaiku

Aku orang yang berkali-kali gagal mencintai dan dicintai.
Aku orang yang telah kenyang menelan kecewa.
Aku hanya berharap kelak kamu mencintaiku.

Jika kelak kamu mencintaiku, tolong jangan ragukan perasanku.
Tak perlu kamu melihat siapa saja yang berdiri di balik punggungku.
Tak perlu kamu tahu seberapa banyak luka yang tersayat di hati.

Rabu, 24 Februari 2016

Jodohkan Aku Denganmu

"Ifta, kamu masih menulis cerita-ceritaku?" - Kim Bum


Aku tahu kamu Tuhan dalam ceritamu, namun jika aku hambanya maka aku boleh kan berdoa dan berharap padamu? Aku akan berdoa agar kamu menggagalkan perjodohan antara aku dan Kim So Eun. Bukan karena aku tidak menyukainya. Aku suka gadis cantik apalagi So Eun anak yang periang, manja, dan menggemaskan. Namun bukan So Eun yang aku suka, jadi tolong mengerti.

Selasa, 23 Februari 2016

Kisah di Udara

Kita telah berkisah di udara.

Kisah kita dimulai saat kamu mengetahui cita-citaku menjadi penulis. Kemudian kamu mendekatiku, memberiku kesempatan untuk bergabung di organisasi yang mengutamakan bakat menulis. Kamu membiarkanku asik dengan dunia baruku. Sampai kemudian aku tenggelam dalam rutinitas.

Aku membutuhkanmu sebagai penenang, lalu kamu memberikan lagu yang kamu suka. Lagu bertempo lambat yang diiringi hanya dengan gitar akustik. Aku menyukainya. Lagu kesukaanmu seperti obat penenang disaat aku lelah. Kamu sendiri selembut malaikat yang mengiringiku berjalan.

Senin, 22 Februari 2016

High Five


High Five!!

Rasa itu spontan.
Aneh dan konyol.

Begitulah hanya karena kamu meminta high five saat aku memberikan uang sumbangan futsal, aku mulai memperhatikan kamu. Aku diam-diam menyukaimu.Yeay akhirnya aku mengaku juga!

Minggu, 21 Februari 2016

Pencipta Keajaiban

Tuhan aku tahu Engkau mencipta keajaiban disetiap kedip mataku, disetiap penggal nafasku, dan disetiap denyut jantungku. Bahkan kala aku lupa bahwa Engkau ada, Kau tak pernah lupa kalau aku selalu menanti keajaibanmu. Aku menanti pengabulan doaku. Aku menanti perwujudan harapanku.

Tuhan, begitu banyak hal yang tak aku mengerti. Aku sedang mempelajari kehidupanku sendiri. Memaknai setiap luka dan menghayati bahagiaku. Sesengguhnya aku manusia yang lemah di hadapan-Mu. Aku tak bisa berlama-lama bersujud pada-Mu karena aku takut menunjukan kelemahanku. Aku takut jika tak bisa menahan air mataku, membungkam teriakanku, dan mengendalikan perasaanku.

Sabtu, 20 Februari 2016

Guruku, Jangan Dulu Nikah

"Pa jangan dulu nikah ya, sebelum saya lulus dari sekolah dan pesantren ini?"
Bapak ingat ada siswi yang mengatakan itu di akhir kegiatan belajar mengajar. Siswi itu bukan aku Pa, aku siswi lain yang juga ingin mengatakan hal yang sama. Jika dia mengatakan itu karena takut setelah menikah Bapak meninggalkan sekolah dan pesantren, aku takut Bapak meninggalkanku.

Rasanya aku malu mengatakan ini pada Bapak, di sekolah pun aku selalu menunduk dan tersipu saat Bapak menyebut namaku. Namun saat Bapak kembali ke depan kelas dan menerangkan pelajaran, aku begitu mengagumi sosok Bapak. Bapak seorang guru muda yang menikmati proses belajar mengajar, air muka Bapak selalu tenang dan sabar, kata-kata Bapak selalu memotivasi dan berapi-api, ilmu yang Bapak ajarkan bagaikan lilin-lilin kecil yang menuntun kami berjalan menuju masa depan yang cerah.

Jumat, 19 Februari 2016

Kakak

Surat ini mungkin tak akan sampai pada Kakak.

Kak... terimakasih sudah bersedia menjadi Kakak untuk aku yang sebelumnya tak pernah merasakan kasih sayang seorang Kakak. Aku terlahir sebagai anak pertama sekaligus cucu pertama. Aku seringkali memimpikan sesosok Kakak yang melindungiku, sampai akhirnya kamu datang mewujudkan impianku. Darimu aku belajar menjadi Kakak yang baik, meskipun memang belum sebaik kamu.

Kamu sangat baik Kak. Kamu sabar menghadapi sikapku yang kekanak-kanakan. Kamu bisa membaca perasaanku, mengerti aku, dan dengan tulus menyayangiku. Aku selalu ingat semua pengorbanan kamu. Di saat aku memaksamu datang menemaniku mencari buku, kamu mengorbankan mata kuliahmu. Di saat aku merengek ingin mengobrol denganmu, kamu pergi ke telepon koin dan berjam-jam berdiri di sana mendengarku bercerita, kadang apa yang aku ceritakan tidak terlalu penting tapi kamu tidak pernah menutup telepon lebih dulu. Kamu juga mau aku ajak nonton acara musik di Ciwalk, padahal kamu pusing kalau ada di tengah keramaian. Aku bahkan masih merengek meminta nonton di depan panggung, tak peduli kamu yang pusing dan mulai lemas. Ya aku benar-benar keterlaluan!

Kamis, 18 Februari 2016

Dari Pria Dewasa

Selamat pagi embun pagiku. Aku mohon diamlah sejenak di sini, sebelum kamu menguap bersamaan datangnya mentari pagi. Aku ingin menyampaikan perasaanku yang teramat penting.

Kamu tahu, sudah lama aku mengamatimu. Kamu begitu baik, ramah, dan selalu menyenangkan. Kamu sesekali rapuh namun kemudian kembali tegar dan bersemangat. Aku tahu, kamu pernah menjalin hubungan dengan pria muda, dan itu membuatku mundur satu langkah. Aku juga tahu, kamu mengagumi paras tampan seperti Lee Min Ho, lalu aku mundur kembali.

Rabu, 17 Februari 2016

Membacamu

Kamu seorang penulis yang terkenal di kotaku. Aku selalu membawa bukumu kemana pun aku pergi. Merasakan kehadiranmu senyata setahun yang lalu saat kita tidak sengaja bertemu di tepi Sungai Cheonggyecheon. Ya, saat itu aku sedang memainkan violin dan kamu terlihat bahagia. Kamu bilang kamu suka dengan permainan violin ku, lalu dalam hati aku mengatakan bahwa aku suka sorot matamu.

Setelah hari itu kita saling mengenal satu sama lain melalui media sosial. Kita memang tidak bisa bertemu lagi karena kamu kembali ke Negaramu, Indonesia. Namun kamu selalu punya cara membuatku nyaman dengan mengirimkan puisi-puisi indah yang kemudian aku senadakan dengan permainan violinku. Sesekali kita berduet, kamu yang membacakan puisi aku yang mengiringimu dengan nada.

Selasa, 16 Februari 2016

Kupu - kupu Caper

Kupu-kupu itu memang sukanya cari perhatiankan? Ya mirip kamu, adik bungsuku.

Kamu memang cantik. Kamu mudah menarik perhatian orang jadi sebenarnya ga perlu cari perhatian pun kamu sudah diperhatikan orang. Kamu ga perlu membenci orang-orang yang mengabaikanmu. Hanya lihat orang-orang yang memperhatikanmu. Jadi lah kupu-kupu yang baik hatinya.

Coba simpan sejenak gadget itu dan lihat sekitar. Banyak orang yang sayang dan memperhatikanmu dengan tulus. Kamu tahu sendiri kan, kadang media sosial memberikan ilusi. Sebanyak apa pun teman yang kamu punya di media sosial lambat laun mereka hilang dengan sendirinya, itu namanya ilusi. Kamu jelas-jelas punya teman yang nyata, keluarga yang nyata, jadi cintai apa yang nyata.

Senin, 15 Februari 2016

Yongyong

Aku ragu sebenarnya menuliskan ini, tapi aku bahagia mengenang perasaan cintaku ke kamu. Kamu tidak pernah melukai perasaanku. Ya kamu tidak pernah mengabaikanku. Kamu juga tidak pernah membuatku sakit hati sekalipun pada akhirnya kamu menikahi perempuan lain.

Yongyong, kamu masih sering datang ke mimpiku. Aku tak tahu apa yang menarikmu datang, padahal aku tidak sedang memenuhi kepalaku dengan kamu. Ada satu waktu kamu datang dan tiba-tiba mengenggam tanganku, menuntunku berjalan. Mungkin kamu ingin mengingatkan akan janjiku dulu, mungkin sebenarnya kamu ingin berkata, "Jangan tersesat Na, kembali ke jalan dimana kamu harus mewujudkan impianmu. Ingat janjimu, kamu tidak ingin semua impian itu hanya omong kosong kan? Kamu bilang kamu ingin membuktikannya dengan perbuatan yang nyata."

REBORN

Diantara tumpukan surat #30harimenulissuratcinta aku ingin sedikit bercerita tentang project #whenyoulostyourfirstlove bersama 36 penulis dan nulisbuku.com. Project ini mengumpulkan 36 kisah tentang cinta pertama yang kemudian dibukukan ke dalam 4 buku.

Sudah lama sekali, sekitar tahun 2010 yang lalu aku membuat project #whenyoulostyourfirstlove. Ada seseorang yang menjadi alasan kenapa aku membuat project itu. Seseorang yang ingin aku temui hanya untuk memastikan kabarnya baik-baik saja. Di tahun 2012 akhirnya aku mendapatkan kabar tentangnya yang sudah bertunangan. Di tahun 2014 dia pun menikah. Rasanya aku kehilangan harapan.

Minggu, 14 Februari 2016

Malam Indonesiaku

Aku menulis surat ini tengah malam, maka ku sapa kau dengan selamat malam.

Apa yang kulihat saat malam hanyalah gelap. Apa yang bisa kuingat tentang Indonesiaku hanyalah masa suram dimana terjadi pembantaian orang-orang yang dituduh komunis pada tahun 1965, tragedi tanjuk priok pada tahun 1984, kerusuhan Mei 1998, serta lebih banyak lagi berita pembunuhan keji, tindak kriminal, dan korupsi. Menyedihkan mengingat aku mencintai Indonesia seutuhnya.

Sabtu, 13 Februari 2016

Laki-laki Teristimewa

Adikku tersayang yang paling anti disenderin pundaknya, ini surat dari Teteh jangan langsung di hapus ya... Teteh mau bilang kalau sampai saat ini, ga ada pria lain yang paling Teteh kagumi selain kamu. Oke jangan sebut Pon, Hongki, Dochi, Sansan, atau siapa pun itu yang selalu Teteh puja-puja di timeline, karena mereka itu bintang yang Teteh kagumi dari jauh. Sedangkan pria lainnya ga ada. Beneran cuma kamu No! *abis ini traktir mie ramen ya*

Pokoknya kalau ada cewek yang ninggalin kamu, Teteh jamin dia bakal nyesel seumur hidupnya. Bakal kambuh magh-nya karena nggak kamu ingetin makan. Bakal kesepian hatinya karena ga denger melodi melodi gitar kamu yang romantis. Bakal hmm... kok jadi ngutukin gini isi suratnya. Maaf! Maaf!

Jumat, 12 Februari 2016

Kuroko Wannabe

Aku suka anime Kuroko no Basuke, waktu Kuroko Tetsuya dengan lantang menyebut dirinya bayangan dan meminta Kagami Taiga menjadi cahayanya untuk sama-sama membawa SMA Seirin menjadi yang terbaik di Jepang. Kuroko ini luar biasa sebagai The Phantom Sixth Player dari "Generation of Miracles" SMP Teikou.

Kamis, 11 Februari 2016

Pangeran Buku

Kau menarik meskipun orang memanggilmu Si Kutu Buku.

Aku ingat saat kamu datang ke perpustakaan dengan membungkuk dan takut menatap mata orang lain di sekitarmu. Saat itu ingin sekali aku langsung mengampirimu dan menggenggam tanganmu erat, memberimu keberanian dan menatap matamu dalam untuk meyakinkan bahwa tak ada yang perlu kamu takutkan. Aku juga ingat saat kamu memilih duduk lama di sampingku, terdiam seakan merasakan aura keberadaanku. Aku sedikit malu dan mulai berpikir apa mungkin kamu akan tertarik padaku? Aku sadar kalau aku tak cantik dan berbau usang karena terlalu lama diam diantara buku tua.

Rabu, 10 Februari 2016

Kita dan Pohon Kersen

Aku rasa perlu mengirimkan surat pada sahabat pertamaku.

Ya itu kamu Wind, sahabat yang cantik, cerdas, dan berbakat. Aku ingat saat pertama kali aku masuk kelas dan mengenal kamu yang ternyata tinggal tak jauh dari rumahku. Kita pulang sekolah bersama dan saat sore pun aku selalu datang ke rumah kamu. Kita juga suka manjat pohon kersen! Menyenangkan kan ada di dahan paling tinggi dan mengambil kersen merah sebanyak-banyaknya.

Bertahun-tahun kita selalu bersaing dalam peringkat di sekolah. Bahkan saat kita mulai suka dengan lawan jenis, aku tak menyangka kalau kamu akan jadi sainganku. Ya, aku selalu merasa kamu lebih cantik dan pintar. Kamu supel dan punya banyak teman. Aku pikir kamu bisa dengan mudah membuat orang lain menyukaimu. Itu sebabnya, aku memintamu mengalah padaku yang kurang percaya diri.

Selasa, 09 Februari 2016

Di Balik Tembok

Hai seseorang di balik tembok!

Banyak yang ingin aku tanyakan padamu, bagaimana kamu bisa menembus tembok dan masuk ke dalam mimpi-mimpiku? Kamar kita bersebelahan bukan? Apa posisi kasurmu juga tepat di sebelahku? Apa saat aku menyentuh tembok dengan telapak tangan, kamu pun melakukan hal yang sama?

Jadi itu sebabnya kamu dapat menembus tembok. Sekejap kamu membuatku jatuh cinta sampai-sampai aku berharap dapat merobohkan tembok di antara kita, karena aku tak punya kemampuan menembus tembok sepertimu. Ya, kamu curang! Kamu bisa masuk ke dalam mimpiku sedangkan aku tidak bisa masuk ke dalam mimpimu, bahkan untuk membuatmu jatuh cinta pun rasanya mustahil.

Minggu, 07 Februari 2016

Pon, Jadikan Aku Mogu

Pon aku harap kamu bisa membaca suratku ini dengan bantuan Google Translate.

Aku adalah orang yang ingin kamu temui di Jakarta. Iya, itu sebabnya kmu menulis tweet seperti itu. Kamu sangat ingin pergi lagi ke Jakarta karena ingin bertemu denganku kan? Pasti karena harapan yang sama-sama kita buat sejak pertemuan pertama kita, tahun 2012 yang lalu.

Sabtu, 06 Februari 2016

Keiko Keichi Matsuyama

Surat untuk Kei yang sudah sampai surga.

Keiko Keichi Matsuyama, nama yang cukup panjang untuk seekor kelinci yang berumur singkat. Tiga tahun kamu bertahan hidup Kei. Setelah melahirkan dua anak kelinci yang sehat, Hiro dan Chika.

Aku rindu kamu, Kei. Ingat saat pertama kali kita ketemu? Tubuhmu seperti bola kapas yang halus dan menggemaskan dengan bulu-bulu berwarna putih, coklat, dan abu-abu. Aku memelukmu setiap saat dan rasanya tak ingin berhenti menciumimu, dan kadang aku sentuh hidungmu yang bergerak-gerak.

Jumat, 05 Februari 2016

Penguntit Sejati

Haloo Aa yang badannya kayak triplek, yang kalau ketiup angin langsung roboh. Hahaaha maaf! Bukan aku yang bilang... itu Wulan sama Reva yang bilang. Aku kan selalu bilang kalau Aa ganteng dengan badan setriplek itu, ehh maksudku setipis itu!

Aa mungkin tahu kalau aku ini penguntit sejati Aa. Dari mulai Aa datang ke sekolah, istirahat, pulang sekolah, main bola, sampai setiap minggu aku masih ngikutin Aa lari ke Metro. Kadang harus sembunyi di balik pohon atau tong sampah depan rumah orang biar gak ketauan sama Aa. Rasa deg-degan ngikutin Aa itu lebih dahsyat dari pada deg-degan dapet senyum Aa!

Kamis, 04 Februari 2016

Penunggu Pinus

Kamu ada di sana hai Penunggu Pinus?

Sampai kapan kamu akan termenung di puncak pohon pinus? Apa kamu masih menunggu bintang jatuh? Kenapa kamu selalu menggantungkan harapan pada bintang yang sekelebat melintas di pekat malam? Padahal sudah jelas aku di sini mengharapkanmu.

Apa kamu tahu, aku sudah lama menyukaimu. Aku jatuh cinta ketika mata kita bertemu di malam penuh bintang di antara bayang sepasang pohon pinus. Aku jatuh cinta ketika kamu berdiri mematung di samping pohon pinus tanpa mengusikku. Kamu merasa cukup dengan mengamatiku yang sedang berkejaran dengan kelinci lain, lalu saat malam menjemput kamu kembali memanjat pohon pinus.

Rabu, 03 Februari 2016

Surat Teruntuk Bapak GJA

Apa kabar Bapak?

Malu sebenarnya aku menyapa kembali Bapak setelah tiga tahun hilang tak memberi kabar atau pun menanyakan kabar Bapak. Malu sebenarnya karena aku belum bisa menjadi orang yang meneruskan perjuangan Bapak. Belum bisa menjadi orang yang dibanggakan Bapak. Padahal Bapak telah mewariskan ilmu dan semangat Bapak.

Bapak di Palu baik-baik saja kan? Bagaimana dengan Ibu? Aku takut sekali Ibu menegurku seperti waktu itu, karena aku terlambat menengok Bapak di Rumah Sakit. Sedih rasanya membayangkan Bapak yang terbaring kaku, dingin, dan kurus di ruang ICU. Aku tak pernah mengira Bapak akan seperti itu. Aku selalu ingat Bapak yang gagah menungguku di depan rumah, dengan senyum ramah, dan sapaan yang hangat. Bapak langsung menerima kehadiranku padahal aku orang asing bagi Bapak.

Selasa, 02 Februari 2016

Azuki-chan!

Hai sahabat lama!

Aku rasanya ingin kembali ke saat kecil dulu, melihatmu yang berkucir dua dan berlari dengan ceria. Wajah polos kamu ketika bertemu Yunosuke-kun itu sangat menggemaskan! Kyaaata aku juga suka dengan anak laki-laki seperti Yunosuke-kun!

Azuki-chan! Aku bertemu dengan seseorang seperti Yunosuke-kun loh... kebetulan yang lucu kan!? Apa mungkin karena kita sahabatan sejak kecil ya. Bahkan teman-temanku bilang aku itu mirip kamu. Apa kamu ingat Azuki-chan, saat aku mengucir dua rambutku dan berjalan setengah berlari seperti kamu? Aku juga masih percaya kata-kata Tomoko soal hujan yang jatuh pertama kali ke hidung! Ya aku selalu melakukannya saat hujan akan turun dan berharap hujan jatuh ke hidung lalu seseorang yang seperti Yunosuke-kun menyukaiku.

Senin, 01 Februari 2016

Menikmati Karma

Surat teruntuk nunoe

Hai nu... akhirnya aku beranikan diri menulis surat untukmu. Aku lihat kamu sedang menjalani hubungan jarak jauh dengan wanita yang baik, jaga dia baik-baik ya nu. Jaga perasaannya dan bahagiakan dia. Jika kamu membahagiakan seseorang maka kamu akan bahagia seutuhnya. Sebaliknya, jika kamu menyakiti seseorang maka kamu akan tersakiti sesakit-sakitnya. Seperti aku sekarang.

Sebelum ini, aku sudah meminta maaf padamu kan? Aku akui dulu aku jahat padamu dan aku takut sekali pada karma. Namun kamu pria yang benar-benar baik, kamu masih sempatkan mendoakanku agar pria yang aku pilih adalah yang terbaik dan rencanaku menikah dapat berjalan lancar.

Kenyatannya nu, dia meninggalkanku. Tolong jangan pasang wajah mengasihaniku. Aku baik-baik saja. Aku hanya sedang menikmati karma dan belajar dari rasa sakit ini.