Jujur di surat terakhir ini aku tidak bisa banyak bicara.
Ada rasa cinta yang memang tidak bisa dirangkai dalam kata.
Cintaku pada Mamah tak terwakili oleh kata apa pun.
Bahkan kata 'cinta' pun rasanya belum mewakili perasaanku.
Memandangimu yang tak bergeming. Membuat hatiku bergetar sendu.
Dawai hatimu tak lagi merdu. Tuk suarakan yang telah terjadi.Dan langitpun sama sama. Mendukung perih yang ada.Hingga mungkin aku tak berarti. Meski temanimu setiap hari.Bagaimana mungkin kamu tak akan segera menangis.
Sepertimulah langit kini. Tertunduk pilu dalam mendung.
"Pa jangan dulu nikah ya, sebelum saya lulus dari sekolah dan pesantren ini?"Bapak ingat ada siswi yang mengatakan itu di akhir kegiatan belajar mengajar. Siswi itu bukan aku Pa, aku siswi lain yang juga ingin mengatakan hal yang sama. Jika dia mengatakan itu karena takut setelah menikah Bapak meninggalkan sekolah dan pesantren, aku takut Bapak meninggalkanku.
Aku suka anime Kuroko no Basuke, waktu Kuroko Tetsuya dengan lantang menyebut dirinya bayangan dan meminta Kagami Taiga menjadi cahayanya untuk sama-sama membawa SMA Seirin menjadi yang terbaik di Jepang. Kuroko ini luar biasa sebagai The Phantom Sixth Player dari "Generation of Miracles" SMP Teikou.Pon aku harap kamu bisa membaca suratku ini dengan bantuan Google Translate.本当にJakartaまた行きたい‼︎ https://t.co/uukFHsnzRD— HIROTO A9 (@hrt_A9) January 5, 2016