Pages

Kamis, 11 Februari 2016

Pangeran Buku

Kau menarik meskipun orang memanggilmu Si Kutu Buku.

Aku ingat saat kamu datang ke perpustakaan dengan membungkuk dan takut menatap mata orang lain di sekitarmu. Saat itu ingin sekali aku langsung mengampirimu dan menggenggam tanganmu erat, memberimu keberanian dan menatap matamu dalam untuk meyakinkan bahwa tak ada yang perlu kamu takutkan. Aku juga ingat saat kamu memilih duduk lama di sampingku, terdiam seakan merasakan aura keberadaanku. Aku sedikit malu dan mulai berpikir apa mungkin kamu akan tertarik padaku? Aku sadar kalau aku tak cantik dan berbau usang karena terlalu lama diam diantara buku tua.

Lalu perlahan kamu mulai melihatku dan membuat jantungku berdetak hebat. Kamu juga mulai berbicara denganku dan membawaku pulang ke rumahmu. Rasanya itulah hari paling membahagiakan dalam hidupku. Aku bisa sangat dekat denganmu dan berbagi canda sederhana. Aku mendengarmu berkisah tentang masa lalu dan masa depan yang kau impikan. Kemudian aku terlelap di sampingmu, memandang wajah lugumu dengan kacamata berbingkai hitam yang serasi dengan bentuk hidung dan rahangmu yang tegas. Aku jatuh cinta, rasanya aku ingin selamanya seperti itu. Aku ingin terlelap sambil memandang wajahmu. Biar lah orang lain memanggilmu Si Kutu Buku, maka aku akan memanggilmu Pangeran Buku. Ya, kau benar pangeranku. Pangeran bagi buku sepertiku.

Terlelap lah dalam mimpi indah. Aku ingin muncul di mimpimu dengan wujud lain, mungkin menjadi seorang gadis berkacamata dan berlesung pipi. Aku sangat berharap kamu dapat membalas perasaan cintaku meskipun hanya dalam mimpi. Jatuh cinta lah padaku, hai Pangeran Buku.


Untuk seseorang yang berkacamata,
Dari buku yang pernah kamu pinjam tiga tahun lalu.

2 komentar:

  1. bagus ini, tulisan kamu semakin rapi dan bertema. terus rajin berlatih dan semangat ya


    -Ikavuje

    BalasHapus