Aku menulis surat ini tengah malam, maka ku sapa kau dengan selamat malam.
Apa yang kulihat saat malam hanyalah gelap. Apa yang bisa kuingat tentang Indonesiaku hanyalah masa suram dimana terjadi pembantaian orang-orang yang dituduh komunis pada tahun 1965, tragedi tanjuk priok pada tahun 1984, kerusuhan Mei 1998, serta lebih banyak lagi berita pembunuhan keji, tindak kriminal, dan korupsi. Menyedihkan mengingat aku mencintai Indonesia seutuhnya.
Memang tak ada yang sempurna dan aku pun harus menerima kecacatan Indonesia yang menyakitkan hati. Bayangkan, di saat aku jatuh cinta dan bahagia menyaksikan indahnya alam Indonesia juga keragaman hayati di dalamnya. Lalu kemudian hatiku sakit melihat pembakaran hutan untuk kepentingan segelintir orang. Tidak kah mereka pernah jatuh cinta pada alam Indonesia? Tidak kah mereka memikirkan kelangsungan hewan dan tumbuhan di dalamnya? Bahkan dengan keji mereka sengaja disingkirkan, dibunuh, disiksa, dan dibiarkan terbakar bersama pohon-pohon karena dianggap penganggu. Hatiku sakit. Namun seperti ini lah cinta, bahagia selalu sepaket dengan sakit hati.
Indonesiaku, percaya lah masih ada orang-orang yang baik hatinya. Mereka yang merawat anak yatim piatu; mereka yang memberikan rumah singgah untuk anak terlantar; mereka yang turun tangan menyelamatkan hewan-hewan yang terluka; mereka yang mengabdi di pedalaman Indonesia untuk mengajar dan merawat kesehatan orang-orang di sana; mereka para pemimpin yang rela kehabisan uang pribadinya untuk pembangunan Negeri ini; mereka para pemegang kursi kekuasaan yang mencurahkan segenap hati, pikiran, dan jiwanya untuk membawa Indonesia ke arah yang lebih baik; mereka yang bermain di industri kreatif yang telah membuka mata generasi muda untuk melakukan perubahan; tentunya kita yang mulai tergerak hatinya untuk merubah Indonesia menjadi lebih baik.
Jadi tolong jangan sakiti hati Indonesiaku, hatiku, dan hati mereka yang mencintai Indonesia. Mulai sekarang hentikan pikiran keji dan niat membunuh! Jangan ambil jalan pintas dengan kriminal dan korupsi! Tolong berhenti merusak alam! Dan aku mohon jangan sampai ada lagi pembantaian dan tragedi yang memecahkan kesatuan Indonesia. Kita ini satu, kita saling mencintai.
Indonesiaku, malam ini aku mulai melihat kerlipan bintang. Itu tandanya masih ada harapan untukmu. Tetap lah kuat dan tegar menghadapi segala permasalahan di Negeri ini. Ingat selalu pesan Tuhan yang mengatakan dibalik kesulitan pasti ada kemudahan. Percaya akan kebesaran Tuhan, suatu saat kau akan lebih indah, damai, dan nyaman untuk ditinggali.
Salam,
Pengagum Beratmu.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Indonesia tersayaang uwuwuwu pengen peluk, etapi gimana?:/
BalasHapus-Ikavuje
wkwkwkwkw tangannya harus sepanjang sabang sampe merauke
Hapus