Aku rasa perlu mengirimkan surat pada sahabat pertamaku.
Ya itu kamu Wind, sahabat yang cantik, cerdas, dan berbakat. Aku ingat saat pertama kali aku masuk kelas dan mengenal kamu yang ternyata tinggal tak jauh dari rumahku. Kita pulang sekolah bersama dan saat sore pun aku selalu datang ke rumah kamu. Kita juga suka manjat pohon kersen! Menyenangkan kan ada di dahan paling tinggi dan mengambil kersen merah sebanyak-banyaknya.
Bertahun-tahun kita selalu bersaing dalam peringkat di sekolah. Bahkan saat kita mulai suka dengan lawan jenis, aku tak menyangka kalau kamu akan jadi sainganku. Ya, aku selalu merasa kamu lebih cantik dan pintar. Kamu supel dan punya banyak teman. Aku pikir kamu bisa dengan mudah membuat orang lain menyukaimu. Itu sebabnya, aku memintamu mengalah padaku yang kurang percaya diri.
Kamu tahu Wind, aku baru sadar sekarang setelah bertahun-tahun berlalu dan telah banyak hal yang terjadi padaku. Aku salah waktu bilang Ari satu-satunya orang yang aku suka. Seharusnya aku tak mengatakan itu saat memintamu mengalah, karena setelah itu bahkan bertahun-tahun setelah itu aku benar-benar terus menyukainya. Maaf tak seharusnya aku kembali membicarakan Ari.
Aku cuma ingin mengatakan, aku rindu kita dan pohon kersen. Rindu saat kita menjadi sahabat dan bersaing dalam prestasi, mungkin juga bersaing untuk mendapatkan buah kersen terbanyak, dan... aku ingin minta maaf karena menganggapmu saingan saat kita menyukai anak laki-laki yang sama, pada akhirnya hal terakhir itu terdengar konyol dan memalukan! Sekarang kamu sudah menikah dan aku selalu berharap untuk kebahagiaan dan kebaikan kamu.
Salam ya Wind untuk si Pohon Kersen!
Dari Hana dan sepedah merah.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
baikan dooonggggg, terus main bareng lagiiiii
BalasHapus-Ikavuje
iia ingin main lagi hihi tp udah baik baik ajh koq :)
Hapus