Orang yang sudah melukai hati perempuan, seorang anak, seorang kakak, seorang ibu. Hati yang bukan sekali terluka, berkali kali, dipermainkan, didustai, diduakan. Hati perempuan itu berusaha sembuh, hatinya sembuh tapi tidak dengan hati orang disekitarnya. Orang-orang yang mencintainya dan menjaganya agar tidak terluka. Orang-orang yang berusaha membahagiakannya dengan tulus.
Kenapa orang itu datang lagi? Terus datang seolah tak cukup melukai hati perempuan yang kami cintai. Dia tak merasa bersalah. Dia tak merasa pernah melukai. Dia datang dengan bangga dan menjadi bagian dari kami. Seolah kami baik baik saja. Seolah kami sudah lupa.
Sebegitu naif atau tak tahu diri.
SIAPA DIA?!
Orang yang sudah bukan siapa siapa lagi bagi perempuan itu. Maka cukuplah tak perlu menganggu lagi. Bahagianya biar menjadi bahagia yang kami pantau dari jauh. Ijinkan kami dan perempuan yang kami cintai juga berbahagia dan tak perlu mengacau dengan datang kembali.
Bolehkan kami bahagia?
Setelah kami hancur dan terluka. Kami hanya ingin bahagia dan saling menjaga. Tidak boleh ada yang melukai perempuan kami lagi. Tidak boleh!