Kamu seorang penulis yang terkenal di kotaku. Aku selalu membawa bukumu kemana pun aku pergi. Merasakan kehadiranmu senyata setahun yang lalu saat kita tidak sengaja bertemu di tepi Sungai Cheonggyecheon. Ya, saat itu aku sedang memainkan violin dan kamu terlihat bahagia. Kamu bilang kamu suka dengan permainan violin ku, lalu dalam hati aku mengatakan bahwa aku suka sorot matamu.
Setelah hari itu kita saling mengenal satu sama lain melalui media sosial. Kita memang tidak bisa bertemu lagi karena kamu kembali ke Negaramu, Indonesia. Namun kamu selalu punya cara membuatku nyaman dengan mengirimkan puisi-puisi indah yang kemudian aku senadakan dengan permainan violinku. Sesekali kita berduet, kamu yang membacakan puisi aku yang mengiringimu dengan nada.
Kamu membuatku terpana. Membuatku ingin mendekatkan jarak. Namun ada satu yang masih sulit terbaca meskipun berkali-kali aku mencoba membaca bukumu. Aku tidak bisa membacamu, membaca isi hatimu. Rasanya lebih mudah membaca partitur dibandingkan membacamu.
Namun aku tak akan menyerah, seperti halnya aku tidak pernah menyerah memainkan violin ini untukmu. Aku ingin suatu saat nanti kita bertemu kembali di Sungai Cheonggyecheon. Semoga saat itu isi hatimu sudah terbaca dengan jelas dan di sana tertulis namaku.
Untuk Anisa K. Putri
Dari Jun Sung Ahn
*surat fanfiction
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

aku bahagia, Hana chan. Arigato gozaimasu ^_^
BalasHapussemoga lekas ketemu jun ahn ya nis :) jangan pernah menyerah untuk bermimpi dan mewujudkan impian
HapusAku tidak bisa membacamu, membaca isi hatimu.
BalasHapusTapi aku tidak akan menyerah.
👆👆
Semacam kalimat pecutan di pagiku yg panas ini.
Suka banget dek Han dek Nisa. *kecupin kalian berdua*
kyaaahaha thanks mba wid :* jangan lupa besok ada surat buat mba wid.. semoga suka juga yaa sama suratnya besok!
Hapuswoaaaa, aku sukasukasukaa lalalaaa
BalasHapus-Ikavuje
makasii ka ikavuje :D
Hapus