Pages

Selasa, 23 Februari 2016

Kisah di Udara

Kita telah berkisah di udara.

Kisah kita dimulai saat kamu mengetahui cita-citaku menjadi penulis. Kemudian kamu mendekatiku, memberiku kesempatan untuk bergabung di organisasi yang mengutamakan bakat menulis. Kamu membiarkanku asik dengan dunia baruku. Sampai kemudian aku tenggelam dalam rutinitas.

Aku membutuhkanmu sebagai penenang, lalu kamu memberikan lagu yang kamu suka. Lagu bertempo lambat yang diiringi hanya dengan gitar akustik. Aku menyukainya. Lagu kesukaanmu seperti obat penenang disaat aku lelah. Kamu sendiri selembut malaikat yang mengiringiku berjalan.

Kamu tak pernah memaksaku bertahan di organisasi, kamu selalu mempertimbangkan kondisiku dan menyarankan untuk melepasnya. Aku menurut. Lalu setelah waktuku sedikit longgar, kamu menyelinap masuk ke dalam hatiku. Aku terbius lagu-lagu kesukaanmu. Aku ingat, di saat kita berdua dalam ruang siaran kamu memutarkan lagu kesukaanmu. Aku ikut bersenandung dan kamu tersenyum.

Lagu-lagu kesukaanmu terbang di udara. Kisah kita pun mengekor dalam lirik-lirik lagu romantis. Sampai kemudian aku mengirimkan salah satu lagu kesukaanmu di udara, sekaligus mengatakan kalau selama ini aku menyukaimu. Kamu menjawabnya dan mengatakan kamu juga suka dengan kegigihan dan semangatku. Aku selalu menganggap rasa suka yang beralasan bukan perasaan yang tulus. Sungguh aku tak ingin dengar alasannya. Maka aku memintamu melupakan pernyataan cintaku.

Setahun setelah hari itu, kamu masih menghubungiku. Kamu memperhatikanku dan berbagi mimpi denganku. Namun di akhir tahun 2013 kamu mengirimkan lagu terakhir untukku.


Jangan lagi kau buat dirimu tersiksa, karna mencintai aku.
Jangan lagi kau buang waktumu, untuk coba merubah hatiku.
Yang aku tahu dulu kau bilang cinta padaku.
Yang aku mau bersamamu ku ingin selalu.

Jangan buat diriku terpaksa, untuk lebih menyakitimu.
Maafkan ku tak bisa membawa cinta kita ke akhir bahagia.

 - Maliq & D'essentials


Lalu di awal tahun 2014, aku mendapat kabar kamu sudah menikah. Selesai sudah kisah kita. Kini saatnya aku terlelap dalam hening, tanpa mendengar lagu-lagu kesukaanmu.



Untuk penggemar Adhitia Sofyan.
Dari penggemar Maliq & D'essentials

Tidak ada komentar:

Posting Komentar