Sahabat sejatiku, hilangkah dari ingatanmu. Di hari kita saling berbagi
Dengan kotak sejuta mimpi, aku datang menghampirimu
Kuperlihatkan semua hartaku
Aku teringat semuanya, pertemuan yang tidak disangka menjadikan kita sahabat. Saat itu aku ikut eksul Pencinta Alam. Aku ketemu Edwina Rizvania Ishak dan Melati Puspita Lestari. Entah dari mana awalnya sampai kita pulang bareng. Ada dua orang lagi dari kelas sebelah, Yunda Prameidita dan Aini Akhsyaini, juga ikut pulang bareng karena kita sama-sama tinggal di Cimahi.
Aku dulu lebih banyak diam dan aku lebih senang mendengar kalian bercerita. Rasanya setiap hari selalu saja ada yang seru untuk dibahas. Kadang aku duduk menunduk sambil membaca novel atau komik, tapi bukan berarti aku mengabaikan kalian. Di lain waktu, aku juga bisa heboh sendiri.
Dengan karakter yang berbeda kita punya satu kesamaan, yaitu kita sama-sama suka kucing. Ingat Chopean? Kucing berwarna coklat kacang di kantin sekolah? Selain itu setiap ketemu kucing kita selalu berhenti dan mengelusnya. Saking suka kucing kita disebut CrimeCat.
Aku datang menunjukan semua mimpiku dengan buku tulis berisi cerpen. Eed datang menunjukan mimpinya dengan skeetchbook berisi desain baju pengantin. Memel, Nda, dan Ien juga datang menunjukan mimpi melalui cerita sehari-hari. Mimpi adalah harta kita yang berharga dan kalian di sana sedang mewujudkan mimpi. Tak akan aku usik, hanya kusisipi doa agar impian kalian terwujud.
Kita s'lalu berpendapat, kita ini yang terhebat
Kesombongan di masa muda yang indah
Aku raja kaupun raja. Aku hitam kaupun hitam
Arti teman lebih dari sekedar materi
Selama ini bukan tidak ada masalah di antara kita. Memel yang tak bisa pulang bareng kita lagi karena bawa motor sendiri. Kita bergabung dengan enam teman lain di kelas yang pada akhirnya terpecah lagi. Aku yang kemudian memilih kuliah di Solo dan sekarang kerja di Bangka.
Kita memang sudah jarang bertemu bahkan untuk chat pun harus menunggu momen penting karena takut menganggu aktivitas kalian. Rasanya sedih tapi semua itu untuk terwujudnya impian kalian. Kita pun kadang lupa tanggal ulang tahun kalian, padahal biasanya kita rayakan bersama dan saling bertukar kado. Bahkan di hari penting saat akhirnya Eed lamaran, kita tidak bisa datang.
Sedih. Jika aku di posisi Eed, aku pasti kecewa dan rasa bahagia itu tak lengkap tanpa sahabat. Kalian sangat berarti lebih dari sekedar materi, lebih dari apa pun, dan siapa pun di dunia ini.
Pegang pundakku, jangan pernah lepaskan
Bila ku mulai lelah' lelah dan tak bersinar
Remas sayapku, jangan pernah lepaskan
Bila ku ingin terbang' terbang meninggalkanmu
Tetap lah selalu di sana menjadi sahabat. Perjalanan kita mewujudkan mimpi sangat panjang dan terkadang melelahkan. Jika kalian butuh pendengar, kita akan luangkan waktu untuk mendengar. Jika kalian butuh penenang, sebisa mungkin kita akan menenangkan. Meskipun jarak membatasi gerak, namun kita akan ada untuk kalian. Dalam wujud teks, suara, maupun doa.
Ku s'lalu membanggakanmu, kaupun s'lalu menyanjungku
Aku dan kamu darah abadi. Demi bermain bersama,kita duakan segalanya. Merdeka kita, kita merdeka
Aku mungkin terlambat di belakang kalian, tapi kalian yang pertama kali aku banggakan. Eed yang sukses menjadi desainer, Nda yang sukses kerja di BUMN, Ien yang sukses kerja di Bank, dan Memel yang mengabdikan diri sebagai bidan di ujung timur Indonesia. Aku bangga pada kalian.
Semoga kita bisa bermain bersama lagi, nonton DVD semaleman sambil makan ice cream lalu bercerita banyak hal tentang yang kita lalui selama ini. Miumiu CC. Kalian sahabat sejatiku.
Tak pernah kita pikirkan, Ujung perjalanan ini
Tak usah kita pikirkan, ujung perjalanan ini
Sahabat Sejati - SO7
Tidak ada komentar:
Posting Komentar