Aku ragu sebenarnya menuliskan ini, tapi aku bahagia mengenang perasaan cintaku ke kamu. Kamu tidak pernah melukai perasaanku. Ya kamu tidak pernah mengabaikanku. Kamu juga tidak pernah membuatku sakit hati sekalipun pada akhirnya kamu menikahi perempuan lain.
Yongyong, kamu masih sering datang ke mimpiku. Aku tak tahu apa yang menarikmu datang, padahal aku tidak sedang memenuhi kepalaku dengan kamu. Ada satu waktu kamu datang dan tiba-tiba mengenggam tanganku, menuntunku berjalan. Mungkin kamu ingin mengingatkan akan janjiku dulu, mungkin sebenarnya kamu ingin berkata, "Jangan tersesat Na, kembali ke jalan dimana kamu harus mewujudkan impianmu. Ingat janjimu, kamu tidak ingin semua impian itu hanya omong kosong kan? Kamu bilang kamu ingin membuktikannya dengan perbuatan yang nyata."
Ya aku merasa beruntung mengenal kamu. Sampai kapan pun kamu pria yang sempurna. Aku selalu terlena dengan senyum kamu, cara kamu menyapaku, dan saat mata sipit itu melengkung seperti bulan sabit. Aku bahkan masih tersenyum-senyum sendiri membayangkan kamu dalam seragam putih abu.
Apa kamu tahu? Kamu alasanku bangun pagi supaya bisa seangkot denganmu, duduk tepat di sampingmu, dan berjalan di belakangmu. Kesederhaanmu membuat mataku berhenti melihat yang lain, aku terpaku hanya padamu. Kamu juga mandiri dan kreatif membuatku mengagungkan namamu di depan teman-temanku. Kamu pun rajin ibadah dan selalu berpakaian rapih, bertolak belakang denganku yang muncul di depanmu menggunakan rok pendek dan tali sepatu warna pink sebelah yang kena razia. Meskipun aku terlihat buruk di depanmu kamu tak pernah malu menyapaku.
Haahh rasanya tak akan ada habisnya memuji kamu. Banyak yang aku lakukan sampai saat ini karena kamu, dari mulai membaca komik Naruto, menggambar manga, belajar menutup aurat, memperbaiki nilai dan lulus Ujian Nasional, sampai saat perpisahan denganmu pun rasanya penuh kejaiban. Ingat gambar Kakashi yang aku laminating dan aku berikan padamu? Itu gambar yang khusus aku buat untukmu karena aku tahu kamu suka dengan Kakashi. Setelah aku memberikannya, kamu menjabat tanganku dan rasanya sangat hangat. Aku tak pernah melupakan itu. Aku bahagia.
Yongyong, terimakasih karena kamu mau mengenalku. Selamat ya untuk kelahiran anak pertamanya, dia sangat mirip denganmu! Istrimu sangat beruntung memilikimu. Berbahagia lah.
Dari Hana IPA 4
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
waaa, cinta lamaaaa, etapi kamu juga harus temukan Yongyong mu yang lainnn, yang bisa memberi cintanya sama kamu aja.
BalasHapus-Ikavuje
siap laksanakan! sedang mencari kak :D
Hapus