Pages

Minggu, 07 Februari 2016

Pon, Jadikan Aku Mogu

Pon aku harap kamu bisa membaca suratku ini dengan bantuan Google Translate.

Aku adalah orang yang ingin kamu temui di Jakarta. Iya, itu sebabnya kmu menulis tweet seperti itu. Kamu sangat ingin pergi lagi ke Jakarta karena ingin bertemu denganku kan? Pasti karena harapan yang sama-sama kita buat sejak pertemuan pertama kita, tahun 2012 yang lalu.

Aku ingat sekali, di atas panggung kamu berteriak mencintaiku... eh apa aku yang salah dengar ya? Saat itu aku berdiri cukup jauh dari panggung, tapi aku bisa melihat dengan jelas kamu menatapku dengan tatapan penuh cinta. Kamu memainkan gitarmu dengan lincah karena ingin menunjukan padaku betapa bahagianya kamu bertemu denganku. Ya aku juga bahagia, sampai-sampai aku tak ikut menyanyikan lagu Alice Nine, karena aku terus saja meneriakkan namamu.

Oya bagaimana kabar Mogu? Kenapa ya dia selalu membuatku iri, ingin rasanya menggantikan posisi Mogu! Bolehkan Pon... aku juga ingin ada di dekatmu setiap saat, dipeluk, disuapi makanan, tidur di samping kamu, dan mengecup dahimu saat kamu bangun tidur. Mogu selalu melakukan semua hal itu kan? Aku juga ingin, Pon. Tolong jadikan aku Mogu, sehari saja....

Ya, benar begitu... tolong nasehati Mogu untuk tidak mendekatimu dulu. Kalau bisa biarkan saja Nao menjaga Mogu, bukannya akhir-akhir ini dia membuntuti Mogu dan memotret apa pun yang Mogu kerjakan. Aku yakin Nao mulai mencintai Mogu. Hahaha kalau sudah ada Nao, kamu bisa mencintaiku dengan leluasa Pon.

Kemari lah! Aku tunggu kamu di Jakarta!


Yang menunggumu,
Hana Ogata


2 komentar: