Pages

Minggu, 21 Februari 2016

Pencipta Keajaiban

Tuhan aku tahu Engkau mencipta keajaiban disetiap kedip mataku, disetiap penggal nafasku, dan disetiap denyut jantungku. Bahkan kala aku lupa bahwa Engkau ada, Kau tak pernah lupa kalau aku selalu menanti keajaibanmu. Aku menanti pengabulan doaku. Aku menanti perwujudan harapanku.

Tuhan, begitu banyak hal yang tak aku mengerti. Aku sedang mempelajari kehidupanku sendiri. Memaknai setiap luka dan menghayati bahagiaku. Sesengguhnya aku manusia yang lemah di hadapan-Mu. Aku tak bisa berlama-lama bersujud pada-Mu karena aku takut menunjukan kelemahanku. Aku takut jika tak bisa menahan air mataku, membungkam teriakanku, dan mengendalikan perasaanku.

Maafkan aku Tuhan, bahkan aku mulai enggan menyisakan waktu untuk menyampaikan doa dan harapan-harapanku. Bukan karena aku tak percaya pada keajaiban yang Engkau ciptakan. Aku hanya merasa malu terus meminta pada-Mu, sedangkan janjiku pada-Mu menumpuk belum aku tepati. Aku juga terlalu takut merasakan kecewa, karena beberapakali doa dan harapanku ternyata tak lebih dari fatamorgana yang menyesatkan. Apa yang aku inginkan dan terpanjat dalam doa ternyata tak baik untukku. Apa yang aku harapkan pun ternyata tak seindah kenyataan. Namun aku tahu, Engkau mengabulkan doa dan mewujudkan harapanku agar aku belajar dan lebih menghargai hidup.

Terimakasih Tuhan atas segala yang Engkau tunjukan padaku. Terimakasih untuk semua keajaiban yang terjadi. Terimakasih Kau selalu menyayangiku. Kau memang Maha Penyayang dan Maha Pengasih. Maka ijinkan aku untuk lebih menyayangimu, Tuhan.


Salam, dari hamba-Mu yang terluka.

2 komentar: