Pages

Minggu, 28 Februari 2016

Mendung, Pelangi, dan Mentari

Memandangimu yang tak bergeming. Membuat hatiku bergetar sendu.
Dawai hatimu tak lagi merdu. Tuk suarakan yang telah terjadi.
Dan langitpun sama sama. Mendukung perih yang ada.
Hingga mungkin aku tak berarti. Meski temanimu setiap hari.
Bagaimana mungkin kamu tak akan segera menangis.
Sepertimulah langit kini. Tertunduk pilu dalam mendung.
Mendung - The Vuje

Masih kah kau berteman mendung, wahai Pelangi? Seperti aku yang juga masih tersembunyi di balik mendung hingga rupaku tak kau lihat dan keberadanku tak kau rasakan. 

Aku orang yang sejak awal menyukai mendungmu, hingga kini. Bukan berarti aku seperti mendung yang pilu. Aku adalah mentari yang terbit untukmu. Kelak jika mendung ini berarak pergi menuju langit lain, maka kau akan merasakan hangatnya sinarku, sehangat hati ini yang aku persembahkan untukmu.

Wahai Pelangi, aku mencintaimu sejak lama. Aku bersembunyi di balik mendung, mengamati setiap gerakmu. Kau yang dengan tulus membahagiakan semua orang dengan warna-warni pelangimu. Kau tak pernah kehilangan warna sekalipun mendung semakin memilukan hari. Kau begitu istimewa di mataku dan aku mohon tetap lah seperti itu. Aku bahagia jika kau membahagiakan banyak orang.

Lalu boleh kah kelak kau membahagiakanku juga? Aku menunggu mendung ini segera berair mata, karena di sana lah aku akan hadir. Di pagi hari saat kau telelap, aku akan membangunkanmu dengan sinarku. Sinar yang kemudian membias, memantul, dan menguraikan warna untukmu.

Aku akan menjadi Mentari yang memberikanmu warna. Kau menjadi Pelangi yang mewarnai hariku. Seperti itu lah kemudian kita akan bersama di langit yang sama. Berbahagia bersama.


Dari seseorang yang seperti Mentari
Untuk Ikavuje yang seperti Pelangi

2 komentar:

  1. Terima kasih ya, semoga kau tetap rutin menulis seperti sebelumnya, semangaaatttt

    -Ikavuje

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ka semoga ketemu ya sama mentarinya :D

      Hapus