Pages

Sabtu, 27 Februari 2016

Harta yang Tak Ternilai

Aku tidak bisa menunjuk satu-satu sahabatku. Sejak aku tinggal di Bandung, Solo, sampai sekarang di Pangkalpinang, aku memiliki banyak sahabat. Kalian harta yang tak ternilai, bukan tak bernilai.

Kalian sangat berharga untukku dan tidak bisa dinilai dengan nominal mata uang. Aku tidak bisa membeli persahabatan, namun kalian datang menawarkannya dengan cuma-cuma. Aku tak perlu membayar untuk mendapatkan kalian. Aku hanya perlu hadir disaat kalian membutuhkanku, begitu pun sebaliknya. Ya kita tidak lepas dari faktor kebutuhan karena kita menjalani kehidupan yang berbeda.

Aku tidak bisa tanpa kalian, karena kalian yang menopangku saat tertatih, menarik tanganku saat akan terjatuh, dan mengulurkan tangan saat aku terperosok. Kalian yang bersedia mengobati luka, mencerahkan hari, dan menampar saat aku lupa. Beruntungnya aku memiliki kalian.

Kalian harta yang tak ternilai, tapi aku tak perlu khawatir kalian akan dicuri orang. Siapa pun boleh bersahabat dengan kalian, karena selamanya kita saling memiliki. Aku tidak pernah merasa kehilangan kalian. Mungkin ada saat kita jarang bertemu dan bertegur sapa, namun aku selalu ingat persahabatan kita. Ya, kita masih bersahabat dan persahabatan kita tak berbatas waktu.


Untuk seluruh sahabatku.
Dariku, sahabatmu.

2 komentar: