Selamat pagi embun pagiku. Aku mohon diamlah sejenak di sini, sebelum kamu menguap bersamaan datangnya mentari pagi. Aku ingin menyampaikan perasaanku yang teramat penting.
Kamu tahu, sudah lama aku mengamatimu. Kamu begitu baik, ramah, dan selalu menyenangkan. Kamu sesekali rapuh namun kemudian kembali tegar dan bersemangat. Aku tahu, kamu pernah menjalin hubungan dengan pria muda, dan itu membuatku mundur satu langkah. Aku juga tahu, kamu mengagumi paras tampan seperti Lee Min Ho, lalu aku mundur kembali.
Tapi embun pagiku, meskipun aku ini pria dewasa yang berparas biasa, aku berjanji akan selalu setia dan menemanimu. Aku akan menikmati bubur kacang ijo yang selalu kamu buatkan dengan cinta. Aku akan dengan senang hati membuatkan Indomie kuah rasa soto dengan cabe rawit 5 biji ditambah bawang goreng, seperti yang kamu suka. Aku juga akan menemanimu membaca buku di ruang tengah sambil sesekali bertukar pikiran. Kamu juga boleh bersandar di pundakku jika kamu lelah membaca buku semalaman. Ya, ada banyak hal yang kita bisa lakukan berdua seandainya saja kamu menerimaku menjadi pendampingmu. Jadi, apa kamu mau menikah dengan pria dewasa sepertiku?
Dari Pria Dewasa di Masa Depan
Untuk Cahya Embun Pagi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Manis bikin meleleh.
BalasHapusMakasih dek Hana. Seneng *kiss kiss*
kyaaa samasama mba wid :) semoga cepet dateng ya pria dewasanya
Hapusaku kok suka ya tulisanmu, terus menulis ya.
BalasHapus-Ikavuje
Makasii Ka! Buat Ka Ikavuje juga ada tgl 28 :)
Hapus