Pages

Minggu, 31 Januari 2016

Surat Cinta Pertamaku untuk Kamu


Ini surat cinta pertamaku, mungkin perasaanmu sedang tak menentu sama sepertiku. Hai kamu, sudah jangan cengengesan dan mesam mesem sendiri. Baca surat cinta ini dan pahami maksudku.

Kita mungkin sudah lama saling mengenal dan setidaknya kamu berusaha mengenalku. Kamu sudah mengetuk pintu rumahku dan aku dengan senang hati mengijinkanmu masuk. Kamu membaca suasana hatiku setiap saat, meski pun kamu tak menanggapinya setiap saat. Kamu tepatnya tahu kapan aku bahagia, marah, sedih, kecewa, dan kesepian karena aku selalu mencoretkannya pada dinding rumahku.

Aku tak perlu malu dengan kegilaanku pada novel, komik, anime, bahkan pada selera musikku yang aneh. Aku sering memuji artis korea, jepang, dan thailand yang mungkin membuatmu membandingkan diri dengan mereka, karena kamu tidak bisa setampan mereka? Asal kamu tahu, aku tak peduli itu. Aku menyukaimu bukan karena kamu tampan atau tidak. Aku lebih peduli jika kamu ada, ditandai dengan bulan hijau yang menyala terang di atas atap rumahmu.

Eh... aku bilang apa tadi? Aku seharusnya tak bilang menyukaimu di surat ini. Aku seharusnya mengatakannya itu langsung di depanmu saat kamu tiba-tiba datang menemuiku.

Ya... aku ingin kamu datang entah dengan cara apa. Kamu bisa meminjam roket NASA atau mencuri pintu kemana saja milik Doraemon. Kalau bisa kamu mencuri kantong ajaibnya sekalian biar kita bisa main-main dengan senter pengecil, cat gravitasi, atau sarung tangan super.

Kamu tahu kan aku aneh dengan segala hobi, kebiasaan, kesukaan, dan cara berpikirku. Satu yang aku harapkan kamu bisa menerimaku dengan segala keanehan itu. Jika kamu menerimaku seutuhnya, maka kamu tidak akan pergi ketika aku membicarakan petualangan Darren Shan melawan vampaneze. Tidak akan pergi ketika aku mengeluh karena tidak bisa tidur membayangkan Asko dan teka-teki para peretas di Supernova. Aku harap kamu tidak pergi karena aku tidur berbantal novel Dan Brown. Lalu di saat semalaman aku sibuk merangkai kata menjadi dunia fantasi, aku harap kamu mau mengerti bahwa itu lah alasanku hidup. Jadi aku tidak ingin kamu pergi karena semua hal itu.

Jika pada akhirnya kamu pergi, tolong jangan datang menemuiku.

Aku butuh 'rumah' untuk pulang. Rumahku sekarang hanya lah sementara, tempatku menghabiskan waktu, bernafas, berteriak, dan berharap. Aku ingin ada 'rumah' yang nyata, tempat kamu meraih tanganku agar aku tak terlalu lama melayang, ingatkan aku untuk berpijak pada bumi. Ingatkan aku untuk menjadi lebih dewasa dan dengan kesabaran penuh bimbing aku menjadi wanita yang seutuhnya.


Haahhh sudah cukup yaaa surat dariku! Aku tunggu balasannya hai kamu yang sedang memahami kata-kataku. Aku tahu kamu cukup cerdas untuk mencerna sekian banyak kata kiasan di atas.


Dadaaaah!!

Salam,

ha naa



* Kamu adalah salah satu dari 214 teman facebook-ku
** Surat ini untuk meramaikan event #30harimenulissuratcinta

6 komentar:

  1. woaahh, suratnya misterius, menyenangkan dengan fantasi, aku merasa jalanjalan ke another world.

    :D

    -ikavuje

    BalasHapus
    Balasan
    1. waaa makasii kaka pos yang kece :* tunggu destinasi berikutnya iia

      Hapus
  2. Buat aku yaa buat aku yaa.. Hihi aku juga suka kamu kokk ����
    Asikk template baruuu.. Lucuuu jd pngn ganti jugaa. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. ineee tampan iia? hahaha buat yang ngerasa ajh ne :P

      oia aku dpt template di bloggercandy.com :) eh ini ada yg pas buat kmu ne > http://www.bloggercandy.com/really-rosy/

      Hapus
  3. Rasanya...apa y? Pas baca cman bs senyum, intinya "Suratmu Indah"

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha makasii mba lan :) ini surat abstrak bgt sebenernya

      Hapus