Kau bilang aku terlalu baperan dan cepat menyimpulkan. Terkadang aku memang semenyebalkan itu, bertingkah seperti anak SMP labil yang merengek di status dan mencari perhatianmu. Berkali-kali pula aku bersikap seperti penganggu, tapi kau tetap mencariku lagi. Sungguh mengenalmu seperti sebuah keajaiban.
Kau tahu, aku sudah berhenti menyimpulkan. Biasanya ketika aku membaca statusmu aku langsung menyimpulkan hal-hal yang kamu pikirkan dan rasakan. Aku juga sering kepo instagrammu dan melihat foto-foto siapa saja yang kau like, lalu menyimpulkan hubunganmu dengan mereka sampai aku merasa cemburu. Sejak saat itu dari pada aku menyimpulkan hal-hal yang tidak pasti, sebaiknya aku langsung bertanya.
Hingga akhirnya aku benar-benar bertanya tentang perasaanmu padaku.
Hari itu aku sudah mulas seharian, otakku seperti penuh kabut, jantung bukan lagi berdetak tapi berdesir bolak balik dari ujung kaki sampai ujung rambut, seluruh tubuh langsung lemas membayangkan apa yang akan kau jawab nanti. Aku sudah siap dengan jawaban terburuk, jika kau menanggapku teman, maka aku tetap senang berteman denganmu. Namun jika jawaban terbaik yang aku dapat, aku akan.... entahlah.
Kenyataannya perasaanmu sama denganku. Kenyataannya kamu berniat serius denganku. Meskipun aku bilang kalau aku tak berniat pacaran, kau mengerti dan memberiku waktu untuk saling mengenal lebih dulu.
Kini aku ingin menyimpulkan. Tidak. Maksudku, aku ingin kamu tahu kalau niatmu itu lebih dari yang aku butuhkan. Aku bukan lagi di usia ABG yang butuh status lalu memamerkan kemesraan di media sosial. Aku butuh kamu yang bergerak seiring dengan niat tulusmu. Jika memang Tuhan menakdirkanmu, maka Dia akan meringankan langkah kita dan memudahkan jalan kita ke depannya. Aku percaya Tuhan Maha Berkehendak.
Aku juga selalu percaya padamu, itu sebabnya aku mulai berhenti menyimpulkan apa pun. Ada sebuah quotes yang mengatakan, "Kau mungkin tidak akan selalu percaya pada orang yang kau cinta, tapi kau akan selalu cinta pada orang yang kau percaya." Jadi jika aku selalu percaya padamu, kesimpulannya aku akan selalu cinta padamu. Eh aku kan sudah berhenti menyimpulkan! Terkecuali untuk yang satu itu ya!
Ya! Aku akan selalu cinta kamu!
Salam,
Wanitamu

Ciyeeeeeee yang berbungabunga, bahagia banget kayanyaaa. Langgeng yaaaaa💐💐💐😘
BalasHapusAmin kaaa semoga yang terbaik :* makasii
Hapus